telusur.co.id - Rencana masuknya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina patut ditolak karena penanganan Covid-19 di Indonesia belum selesai
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menilai, sangat berbahaya jika para TKA China masuk tanah air, dan potensi penyebaran virus Covid-19 malah meningkat.
"Saya tetap menolak masuknya TKA asal China ke Indonesia di masa pandemi ini. Pasalnya, penyebaran Covid-19 masih saja meningkat. Tidak hanya melalui local transmission, tetapi juga imported case,” kata Saleh dikutip dari dpr.go.id, Kamis (18/6/20).
Saleh mengingatkan, dengan jumlah sekitar 500 TKA dari China itu, sangat rentan membawa virus Covid-19 ke dalam negeri.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mempertanyakan, keahlian para TKA China tersebut. Sebab, selama keahlian tenaga lokal masih ada sebaiknya tak perlu mendatangkan TKA China.
Jika hanya pekerjaan biasa mestinya dipercayakan saja pada tenaga lokal. Dengan begitu, investasi asing bisa dirasakan dampaknya bagi masyarakat.
Persoalan ketenagakerjaan di Indonesia masih perlu perhatian khusus. Seiring dengan merebaknya Covid-19, ada banyak perusahaan yang terpaksa mem-PHK karyawannya,” tegasnya.
Jumlah pekerja terkena PHK mencapai jutaan orang. Pemerintah harus memberi perhatian lebih dengan menyediakan lapangan kerja baru.
"Kan, tidak elok jika investor dapat banyak. Mereka sudah mendapatkan izin eksplorasi SDA, lalu membawa tenaga kerja sendiri, hasil produksinya nanti dibawa ke negaranya. Lalu, apa lagi yang tersisa untuk kita?” tukasnya.
Sebagai informasi, Pemprov Sulawesi Tenggara mengizinkan 500 orang TKA asal China masuk ke wilayahnya untuk bekerja di perusahaan industri, Morosi, Kabupaten Konawe.
Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, pihaknya saat itu hanya meminta penundaan sementara kedatangan ratusan TKA China karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Sekarang ketika Ramadan sudah selesai, mereka diizinkan menginjakkan kaki di Sultra
“Sekarang selesai bulan Ramadan, mereka datang kembali dan semua persyaratan sudah dipenuhi,” kata Ali Mazi, Senin (15/6/20).
Ratusan TKA China itu datang untuk bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), sebuah perusahaan modal asing (PMA) yang perizinannya diterbitkan pemerintah pusat.
“Kita di sini, yah namanya investor kita harus jaga harmonisasi. Agar pengangguran bisa berkurang. Ini sebuah kesyukuran karena perusahaan internasional datang berinvestasi Rp42 triliun,” ujarnya.[Fhr]



