Demo Mahasiswa Hendaknya Tak Dituding Ada Yang Tunggangi - Telusur

Demo Mahasiswa Hendaknya Tak Dituding Ada Yang Tunggangi


telusur.co.id - Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, jika suatu gerakan mahasiswa terjadi secara meluas yang cakupannya pusat sampai daerah, dengan massa ribuan, itu bukanlah demontrasi tunggangan. Apalagi, gerakan itu dilakukan dalam rentang waktu hampir bersamaan, tanpa kepemimpinan yang menonjol.

"Ciri-ciri ini menandakan bahwa gerakan itu bersifat murni dan jauh dari pengaruh ditunggangi," kata Ray di Jakarta, Rabu (5/9/19).

Ia melanjutkan, ciri-ciri gelombang protes mahasiswa yang tak ditunggangi, yaitu digelar hampir semua basis massa tidak berada dalam satu garis komando, memiliki isu utama yang dituju tapi saat yang sama memiliki beberapa variasi isu yang berbeda, dengan militansi yang terjaga dan spartan, umumnya ditandai dengan tidak bergeming, sekalipun ditindak dengan cara yang berlebihan.

Ciri-ciri di atas, menurut Ray, ada pada gerakan mahasiswa yang sekarang. Oleh karena itu, Ia berkeyakinan bahwa gerakan September 2019 ini adalah murni gerakan mahasiswa untuk menuntut dihentikannya segala upaya yang mengkorupsi agenda reformasi dan demokrasi. "Itulah isu utama dari aksi mahasiswa ini," imbuhnya. 

Yang dalam turunannya, kata Ray, adalah menghendaki ditundanya berbagai rancangan undang-undang (RUU) yang dianggap akan memberangus kebebasan warga negara.

"Makin dalamnya intervensi negara terhadap wilayah privat, makin istimewanya hak-hak koruptor dan menuntut profesionalisme polisi paska institusi ini dijadikan sebagai institusi terpisah dari TNI," paparnya.

Ray juga meminta sebaiknya elite menjawab tuntutan para mahasiswa. "Lebih dari sekedar memastikan menunda rencana pembahasan RUU tersebut, tapi juga memastikan tidak adanya upaya mengistimewakan hak-hak koruptor," tukasnya. [asp]

Laporan : Tio Pirnando
 


Tinggalkan Komentar