telusur.co.id - Menyikapi meningkatnya eskalasi aksi demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta dan dibeberapa daerah, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) DKI Jakarta, Ahmad Munthoi, menyerukan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan menghindari kekerasan.
"Kami menyerukan dan menghimbau kepada semua pihak yang ingin menyuarakan aspirasinya untuk melakukannya dengan cara-cara damai, tanpa kerusuhan atau perusakan fasilitas publik," tegas Munthoi dalam keterangannya, Jumat (29/8).
Ia juga meminta jajaran pengurus FKDT di semua tingkatan struktural, serta civitas akademika madrasah Diniyah Takmiliyah se-DKI Jakarta, untuk menahan diri dan tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi yang sedang berlangsung.
"Sebagai ustaz dan guru madrasah, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketenangan masyarakat. Mari kita doakan agar seluruh kegiatan demonstrasi berjalan damai, serta situasi di Jakarta tetap kondusif," ujarnya.
Imbauan ini senada dengan seruan Gubernur DKI Jakarta, yang sebelumnya juga meminta masyarakat agar menghindari tindakan kekerasan dan tidak main hakim sendiri.
Sebagai wadah para pendidik agama Islam, FKDT menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pihak yang menenangkan dan menyejukkan suasana di tengah masyarakat, terutama di masa-masa penuh ketegangan seperti saat ini.
Di akhir pernyataannya, FKDT DKI Jakarta juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang driver ojek online, Affan Kurniawan (20), dalam insiden yang terjadi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (28/8). Affan dilaporkan meninggal setelah tertabrak dan terlindas mobil taktis (rantis) milik Brimob Polri.
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan," pungkas Munthoi. [ham]