telusur.co.id - Harapan Indonesia untuk menutup fase Grup D Piala Thomas 2026 dengan manis harus pupus. Tiga andalan tunggal putra Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting kompak menelan kekalahan saat menghadapi Prancis dalam laga terakhir yang digelar di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4).
Jonatan Christie yang turun sebagai tunggal pertama belum mampu membendung permainan solid Christo Popov. Meski sempat memberikan perlawanan sengit, Jonatan akhirnya menyerah dua gim langsung dengan skor 19-21, 14-21. Ia mengakui sudah berusaha tampil maksimal, meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya prima setelah laga sebelumnya.
“Secara permainan sudah cukup baik, tapi memang ada momen yang lepas, terutama di gim pertama. Itu jadi titik balik yang sulit dikejar lagi,” ungkap Jonatan. Ia juga menyoroti ketenangan dan pertahanan rapat lawannya sebagai faktor pembeda.
Di partai kedua, Alwi Farhan juga gagal menyumbang poin usai dikalahkan Alex Lanier dengan skor 16-21, 19-21 dalam pertandingan berdurasi 53 menit. Alwi menilai lawannya tampil konsisten dengan kekuatan pukulan yang menyulitkan, ditambah tekanan yang ia rasakan sepanjang pertandingan.
“Saya cukup merasakan pressure, dan itu berpengaruh pada permainan saya,” ujar Alwi.
Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting harus melalui pertarungan paling sengit. Menghadapi Toma Junior Popov, Ginting sempat merebut gim pertama sebelum akhirnya kalah dramatis 22-20, 15-21, 20-22 dalam laga selama 85 menit.
Ginting menyebut persiapan sudah dilakukan dengan matang, termasuk diskusi strategi bersama tim. Namun, ia mengakui kurangnya variasi permainan membuatnya kesulitan saat lawan mulai menemukan ritme.
“Strategi sebenarnya sudah berjalan cukup baik, tapi saat lawan mulai lebih tenang, saya kesulitan mengembangkan permainan,” jelasnya.
Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, Ginting menegaskan dirinya tetap fokus menjalankan apa yang telah dilatih tanpa terbebani situasi pertandingan.



