telusur.co.id -Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menjelaskan mengenai sebab timnya tumbang dari Arema FC dengan skor 0-2 pada pekan ke-20 Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/2) malam WIB.
Penyerang sayap baru Arema FC, Gabriel Silva menjadi aktor pembawa petaka tuan rumah dengan dua golnya jelang pertandingan berakhir.
Sebenarnya Macan Kemayoran sempat unggul pada menit ke-77 setelah Gustavo Almeida membobol gawang Adi Satryo. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau melalui VAR terlihat Emaxwell berada dalam posisi offside dalam proses gol.
Pelatih asal Brasil itu menyoroti kualitas penyelesaian akhir buruk yang menjadi salah satu faktor kekalahan timnya. Di samping itu juga buruknya transisi dari menyerang ke bertahan.
"Tapi saya rasa kami berhasil menembus pertahanan Arema beberapa kali. Yang kurang hanyalah sedikit kualitas pada umpan terakhir. Seharusnya sedikit lebih tenang dalam melepaskan umpan terakhir tersebut. " kata Souza dalam konferensi pers selepas laga.
"Karena kami berada di dalam kotak penalti Arema beberapa kali, tapi kami tidak bisa melakukan umpan silang atau operan yang bagus. Dan tidak ada penyelesaian akhir," jelasnya.
Ia mengakui timnya mendominasi permainan sepanjang kedua babak. Souza juga telah mengubah sistem pertahanan agar tidak memberikan ruang bagi para pemain Arema FC leluasa menguasai bola.
"Kami bermain hampir di sepanjang pertandingan, berjuang untuk memenangkan bola pertama. Saya sempat mengubah sistem penjagaan (marking). Untuk mencegah Arema membangun serangan dari bawah. Tapi mereka tidak melakukan itu, mereka terus memainkan bola-bola panjang. Dan kami terus berduel untuk bola pertama dan bola kedua," terangnya menambahkan.
Eks Madura United ini mengakui kesulitan membongkar solidnya pertahanan Arema FC yang digalang Wallison Moreira dan Hansamu Yama. Menariknya, nama terakhir adalah pemain pinjaman dari Persija.
"Tidak mudah untuk menembus pertahanan yang sangat rendah (parkir bus) seperti yang dilakukan Arema."
"Secara teknis, saya rasa tim kami tidak sedang dalam performa terbaik hari ini. Tapi tidak ada kekurangan dalam hal daya juang," pungkasnya.
Meski kerap mengalami masalah dengan cara bermain yang sama tersebut, Mauricio Souza menegaskan enggan mengubah cara bermain Rizky Ridho dan kawan-kawan.
Ia mengatakan kekalahan bakal ada waktunya timnya bakal menjadi pemenang di laga-laga selanjutnya.
"Sepanjang waktu kami terus berusaha untuk mencetak gol. Seperti itulah kami akan terus bermain. Berusaha mencetak gol, mencoba memberikan Persija hasil yang layak didapatkan," tutup Souza.



