telusur.co.id - Pernyataan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid yang mengaku telah melakukan kekeliruan terkait nama tokoh pendiri NU Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Kemendikbud mulai dikulik track recordnya.
Yakni Mustofa Nahrawardaya yang mengulik pandangan Hilman Farid soal sejarah PKI. Makanya, ia tidak heran jika pendiri NU hilang dari sejarah.
"Polemik di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bagi saya, tidak mengagetkan sama sekali. Kalau enggak percaya, silahkan tonton Pandangan Bapak Hilmar Farid yang sekarang menjabat Dirjen Kebudayaan ini, tentang sejarah PKI," beber Mustofa dalam akun twitternya @TofaTofa_id.
Di dalam pernyataan itu, Ia juga memajang pernyataan Hilmar di Youtube. https://t.co/4sjcUxY6Xk.
Pernyataan Mustofa inipun langsung disambar oleh Fadli Zon. Kata Fadli, dalam soal PKI, Dirjen Kebudayaan ini jelas bela sejarah versi PKI, menyalahkan Orde Baru dan TNI.
Masih kata Fadli, Hilmar tak akui PKI lakukan kudeta, malah PKI sebagai korban. Ia tidak sebut G30S/PKI tapi G30S saja. Ia coba menepis penyiksaan terhadap para Jenderal di Lubang Buaya dengan hasil visum. "Ia mau belokkan sejarah," tudingnya.
Sebelumnya, Hilmar mengakui hilangnya nama pendiri NU dilakukan tanpa kesengajaan. "Saya mengakui bahwa ini kesalahan. Tapi ya karena kealpaan, bukan kesengajaan. Itu poin yang mau saya tekankan," ujar Hilmar dalam jumpa pers daring, Selasa (20/4). [ham]



