Domino Game (Permainan Domino) Dalam Perspektif Game Theory (Teori Permainan) Dan Rational Choice Theory (Teori Pilihan Rasional) - Telusur

Domino Game (Permainan Domino) Dalam Perspektif Game Theory (Teori Permainan) Dan Rational Choice Theory (Teori Pilihan Rasional)

Marsekal Pertama TNI Purn. Ir. Muhammad Johansyah, M.Eng., M.A.

telusur.co.id - Oleh : Marsekal Pertama TNI Purn. Ir. Muhammad Johansyah, M.Eng., M.A.

Testimoni : Dalam Permainan Domino (Gaple) : "Bantingan Pertama" ketika permainan dimulai para aktor sudah bisa memprediksi bagaimana permainan selanjutnya akan dijalankan, dan statistik menjadi alat ukur utama.

Permainan Domino akhir-akhir ini mendapat perhatian khusus dikalangan masyarakat luas, masyarakat lapisan bawah, dan bahkan masyarakat kampus ikut berpartisipasi mensosialisasikan "Permainan Domino" (Gaple) sebagai salah satu jenis olah raga yang membutuhkan ketrampilan berfikir secara cermat dan sistimatis. Domino (Gaple) merupakan salah satu jenis permainan olah raga yang murah-meriah. Di Indonesia permainan Domino lebih populer dengan sebutan "Gaple".

Pada mulanya permainan domino (Gaple) dimainkan di pos-pos ronda ujung kampung, di pasar-pasar, di ruangan-ruangan sempit dan mungkin kumuh ditemani secangkir kopi pahit dengan sambil lalu membicarakan persoalan antah berantah tanpa ada ujung, tanpa ada pangkalnya-menghilangkan penat membunuh kesepian setelah sepanjang hari bekerja dan didera kelelahan.

Namun demikian, saat ini  "Domino" (Gaple) telah  menjadi cabang olahraga yang secara resmi dipertandingkan oleh Komite Olah Raga Nasional (KONI) Indonesia. Domino (Gaple) masuk Cabang Olah Raga, "Permainan Domino-Gaple" (Domino Games) di KONI berkat kerja keras teman-teman dan sahabat baik saya, khususnya Dr. Andi Jamaro Dulung., M.Si. dkk yang dengan gigih mempromosikan-meng'kampanye'kan olah raga Domino (Gaple) sebagai Permainan (Domino Games) yang harus menggunakan strategi-perhitungan, analisis pemikiran mendalam untuk dapat keluar sebagai pemenang. Permainan Domino (Gaple) bukan sekedar permainan untung-untungan, permainan Domino (Gaple) berdasarkan hitungan matematika.

Andi Jamaro Dulung sahabat baik saya, merupakan seorang intelektual, politisi ternama, pengusaha sukses sekaligus seorang pendidik tercerahkan memperoleh gelar Doktor dalam ilmu Statistik dan memahami dengan benar "Domino-Gaple" sebagai Permainan (Domino Games) sekaligus "Domino-Gaple" sebagai cabang olah raga  dari sudut pandang ilmu, khususnya ilmu statistik. Domino (Gaple) bukan hanya sekedar permainan, "Domino Games" adalah permainan dengan menggunakan ilmu sebagai alat analisis untuk memenangkan permainan, salah satunya adalah ilmu statistik.

Sejarah Permainan Domino

Dari Artificial Inteligence (AI) kita dapatkan informasi yang menarik sebagai berikut : Sejarah permainan Domino-Gaple (Domino Games) menyatakan bahwa tidak ada penemu spesifik permainan Domino secara pasti, tetapi permainan Domino (Gaple) sudah dimainkan di Tiongkok sejak Abad 12 dengan beragam versi, Dinasti Song 1120 SM. Berkutnya, Tokoh yang memberikan kartu Domino ke Kaisar Hui Tsung seorang abdi Kerajaan Kaisar.

Permainan Domino masuk ke Eropa tepatnya di Itali sejak Abad 18 dibawa oleh misionaris, pedagang Itali dari Tiongkok. Jumlah kartu Domino standar 28 kartu : berdasarkan hitungan rumus sederhana : |(N+1)(N+2)|:2…..|(6+1)(6+2)|:2 =|7x8|:2 =28. Di Indonesia permainan Domino lebih populer dengan sebutan "Gaple".

Rumus sederhana untuk menjadi juara  Permainan Domino (Gaple)

Lihat meja            > hitung

Sisa                      > buang Balak

Besar dulu            > kunci

Angka lawan         > gaple.

"Game Teori" Alat Pendetaksi Permainan.

Game Theory (Teori permainan) bisa digunakan untuk menganalisis bagaimana seharusnya permainan bisa dimenangkan, sebuah permainan yang dimainkan oleh aktor individu dimana nasib dari salah satu aktor individu dalam kelompok bergantung bukan hanya pada tindakannya sendiri tetapi juga sangat tergantung pada tindakan individu lain dalam kelompok tersebut, salah satu contoh permainan adalah permainan Catur, Bridge, Poker dan Domino. Dalam permainan Catur bahwa : kekalahan, kemenangan atau hasil seri bidak putih akan tergantung bukan hanya pada langkah bidak putih, tetapi juga pada langkah bidak hitam.

"Games Theory" merupakan cabang dari Matematika Terapan yang digunakan untuk membuat model pengambilan keputusan interdependen oleh banyak aktor. Teori Permainan untuk pertama kalinya dipopulerkan oleh John von Neumann dan Oscar Morgenstern melalui karya "Magnum Opus" : "The Theory of Games and Economic Behaviour".

"Games Theory" karya Neumann dan Oscar memperkenalkan dua model pendekatan yaitu : "Kooperatif" dan "Non Kooperatif". "Pendekatan Kooperatif" terkait dengan pembentukan koalisi diantara aktor, para aktor merumuskan aksioma yang masuk akal tentang struktur koalisinya yang dapat membela kepentingan aktor lainnya dalam koalisi, mengeksplorasi konsekwensi sebagai akibat tindakan pihak lain. Namun demikian, pendekatan Non Kooperatif lebih populer untuk diterapkann dengan resiko "zero sum games", dimana jika salah satu aktor pemain dinyatakan menang dan aktor yang lain dinyatakan kalah. Pendekatan "zero sum games" menghindari terbentuknya koalisi diantara para aktor.

Dalam "Permainan Domino-Gaple" : "Bantingan Pertama" ketika permainan dimulai para aktor sudah bisa memprediksi bagaimana permainan selanjutnya akan dijalankan, dan statistik menjadi alat ukur utama.

Teori Pilihan Rasional.

Demikian pula dengan Teori "Pilihan Rasional" dapat digunakan untuk menganalisis dari berbagai  aktor untuk memaksimalkan capaian. Teori  "Pilihan Rasional" tidak terlalu bersimpati terhadap perbedaan-perbedaan dan berasumsi bahwa semua individu manusia senantiasa berupaya untuk memaksimal utilitas mereka sendiri. Singkat kata menurut teori pilihan rasional memaksa setiap individu untuk memaksimalkan perolehan mereka masing-masing dengan mempertimbangkan argumentasi dan langkah-langkah pihak lain. Kebijakan dibuat melalui proses penentuan nilai-nilai utama dan tujuan dipandu secara ketat dengan analisis cara dan tujuan (means-ends). Menurut Monroe, teori rasional sebagai teori yang menekankan pada individu yang berupaya mencapai tujuan (ends) dan memutuskan diantara cara (means) alternatif yang yang saling berkompetisi seraya memiliki informasi yang luas, pengaturan preferensi yang koheren dan komitmen terhadap prinsip kepentingan diri sendiri dan maksimal capaian.


Tinggalkan Komentar