Dorong Perubahan APJATI, Ahmad Faisol Beri 3 Gagasan - Telusur

Dorong Perubahan APJATI, Ahmad Faisol Beri 3 Gagasan


telusur.co.id - Calon Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Ahmad Faisol dalam deklarasinya mengaku bakal mendorong organisasi yang telah berdiri sejak lama semakin membaik.

Menurut dia, dimasa sekarang APJATI masih memiliki banyak kekurangan yang membuat para anggota merasa kecewa. Bahkan, APJATI belum mampu berkontribusi optimal bagi kepentingan anggotanya sendiri.

"Seringkali melupakan bahwa organisasi tersebut adalah asosiasi bisnis yang harus menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan segala jenis tuntutan publik. Anggotanya yang beberapa kali dituding melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum," ucapnya dalam deklarasi pencalonannya sebagai ketua umum APJATI di Utan Kayu, Jakarta, Rabu (2/9/20).

Dijelaskan bendahara PC GP Ansor Jakarta Timur, tiga gagasan yang akan diperjuangkan untuk mendorong APJATI semakin maju adalah Rebranding APJATI, yang berarti APJATI harus mengubah wajah kelembagaannya. "Harus humanis, menasbihkan diri sebagai bisnis yang bersih (bukan bisnis kotor) dan mendorong pemberdayaan pekerja migran dan buka sebaliknya," ucapnya.

Kemudian lanjut Faisol, perlunya marketplace untuk pekerja migran. Sebab dimasa perkembangan teknologi digital semestinya tidak sulit mendorong kehadiran marketplace yang mempertemukan kebutuhan pekerja migran dengan P3MI.

"Marketplace ini boleh jadi dalam bentuk kebutuhan barang atau mempertemukan kebutuhan pekerjaan dan penempatan di masing-masing negara," ungkapnya.

Marketplace ini juga menjadi kata dia, merupakan jalan untuk memulai sistem pendataan besar pekerja migran yang mana , dapat menghubungkan para pekerja dengan perangkat digital dan akses perbankan. "

Dengan skema demikian, saya optimis tidak akan ada lagi pekerja migran yang terpisah atau tidak terhubung dengan lembaga keuangan," tutur dia

Selain itu, ia juga memandang perlunya menguatkan sinergi dengan pemerintah, baik dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) maupun dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). "Sinergi yang baik dan intensif menjadi kunci perbaikan penempatan pekerja migran," paparnya.

Dengan tiga alasan tersebut, dirinya yakin komunikasi dan kebijakan APJATI akan mensejajarkan dengan lembaga pemerintah .

"Jika ketiga cara ini dilakukan, saya optimistis APJATI akan (semakin) lebih baik, akan semakin memberi kemaslahatan dan kemanfaatan bagi anggotanya, dan tentu akan membantu kepentingan para pekerja migran," terangnya.

"Mulai sekarang, kita tinggalkan persepsi yang buruk tentang penempatan pekerja migran. Kita bangun satu organisasi yang mampu menjadi rumah besar kita semua. Rumah besar yang mengayomi, menghangatkan dan memeluk erat semua kepentingan Anggota. Rumah besar yang akan memberikan perlindungan dan advokasi bagi anggota asosiasinya (P3MI). Rumah besar yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat (publik) melalui foundation atau aktivitas sosial yang dihadirkannya, tutupnya.[fh]


Tinggalkan Komentar