telusur.co.id - Sejumlah sekolah di daerah melarang siswanya membawa mainan lato-lato di saat kegiatan belajar.
Anggota Komisi X DPR, Debby Kurniawan mendukung larangan tersebut. Menurutnya, jika ada siswa yang membawa mainan lato-lato, maka fokus belajarnya akan berkurang.
"Saya sependapat dengan larangan siswa mwmbawa mainan lato-lato ke sekolah-sekolah. Karena dikhawatirkan siswa akan menjadi lupa waktu dan lupa tempat, apalagi dalam kegiatan belajar," kata Debby kepada wartawan, Senin (9/1/23).
Politikus Partai Demokrat ini berharap agar para orang tua atau wali murid dapat membantu sekolah agar mengingatkan siswanya untuk tidak membawa lato-lato ke sekolah.
"Kami juga mengimbau ke orang tua, agar mengawasi anak-anaknya dalam bermain agar tetap bisa fokus dalam belajar," tegas Debby.
Diketahui, sejumlah sekolah seperti di kabupaten Bandung, Lampung dan sekolah lainnya melarang siswanya membawa mainan lato-lato karena dikhawatirkan akan menganggu proses belajar.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Bandung Barat, Dadang A Sapardan, mengatakan larangan bagi murid untuk membawa lato-lato tersebut karena selain bisa mengganggu, mainan itu juga bukan alat pendukung proses KBM.
"Jadi lato-lato kita larang di bawa ke sekolah, apalagi sejak dulu juga barang yang bukan alat pendukung KBM dilarang untuk dibawa," ujarnya. [Tp]



