DPR Minta Jokowi Ikut Selesaikan Kemelut TimTeng Selama di UEA - Telusur

DPR Minta Jokowi Ikut Selesaikan Kemelut TimTeng Selama di UEA

Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha. (Foto: dok. telusur.co.id).

telusur.co.id - Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha berharap, kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Uni Emirat Arab (UEA) nantinya tidak hanya sekedar kunjungan Kepala Negara Indonesia saja. Melainkan juga sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

"Untuk menyelesaikan kemelut kawasan Timur Tengah yang sedang bergolak pasca terbunuhnya Mayjen Qassem Soleimani (Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran) saat melakukan kunjungan kerja ke Irak," kata Syaifullah dalam keterangannya, Jumat (9/1/20).

Bila diperlukan, kata dia, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dapat melakukan dialog dengan semua Menlu se-Timur Tengah untuk mencari solusi damai di kawasan itu pada khususnya.

Selain itu, kunjungan ke Kawasan Timur Tengah itu juga bisa dimanfaatkan untuk minimal mencairkan hubungan diplomatik antara Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain dan Mesir yang telah memblokade Qatar dalam 2 tahun terakhir

"Kunjungan kenegaraan ke UEA sangat penting agar dunia tetap menganggap Indonesia sebagai negara yang konsisten melaksanakan konstitusi negara untuk turut menertibkan keamanan dunia dan perdamaian abadi sebagaimana bunyi Pembukaan UUD NKRI 1945," kata Syaifullah.

Sementara itu, Menlu Retno terus memantau kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah jelang kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Uni Emirat Arab (UEA), pada 11-14 Januari mendatang. Retno menyebut keamanan Jokowi merupakan hal yang utama.

Seerti diketahui, Kawasan Timur Tengah memanas usai Amerika Serikat membunuh Jenderal legendaris Iran, Qassem Soleimani dan wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Abu Mahdi al-Muhandis, beserta rombongan pada 3 Januari 2020 lalu.

"Kami akan amati terus. Tentunya keamanan keselamatan bapak presiden nomor satu. Tetapi kami akan amati semuanya, dampaknya kami hitung, semuanya dengan sangat matang," kata Retno.

Retno menyatakan kunjungan Jokowi ke UEA ini terkait dengan rencana investasi. Pemerintah Indonesia bersama pemerintah UEA terus berkomunikasi untuk membahas kerja sama, baik antarpemerintah maupun sektor bisnis.

"Rencananya akan ada beberapa MoU yang akan ditandatangani, dari pihak bisnis yang paling banyak. Mereka sedang mempersiapkan kerja sama-kerja sama untuk dimatangkan sehingga bisa diselesaikan pada saat kunjungan Presiden ke UAE," ujarnya.

Retno mengatakan selama di UEA, Jokowi dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan putra mahkota Putra Mahkota Mohammed bin Zayed dan juga menjadi pembicara kunci dalam Abu Dhabi Sustainable Week.

"Ini bicara mengenai masalah energi, mengenai sustainable development, sustainable energy dan lain-lain," tuturnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar