telusur.co.id - Dua warga Negara Indonesia (WNI) resmi terjangkit virus corona baru atau Covid-19. Bayang - bayang lesunya dan anjlok perekonomian Indonesia pasca terjangkitnya dua WNI akibat virus Corona menyerebak.
Anggota Komisi XI DPR Ahmad Najib Qodratullah menilai pemerintah belum mempersiapkan kebijakan ekonomi khusus untuk menghadapi situasi seperti penyebaran.
"Kebijakan ekonomi pemerintah belum ada yang baru khususnya dalam mengantisipasi situasi seperti ini. Harus segera antisipasi, terlebih secara makro kondisi sedang tidak begitu bagus," ungkap Najib kepada wartawan, Senin (2/3/20).
Najib melanjutkan kebijakan ekonomi terbaru tersebut untuk mengantisipasi ketergantungan bahan - bahak pokok Indonesia terhadap negara - negara yang sedang juga sedang terjangkit virus Corona.
"Ketergantungan negara- negara tertentu yang sedang dilanda wabah corona cukup tinggi sehingga bilamana absen dalam memenuhi kebutuhan maka pemerintah perlu segara cari alternatif," tutur Ketua DPW PAN Jabar ini.
Najib menilai kebijakan pemerintah untuk memberikan diskon dan mensuntik dana influencer sebesar Rp 72 Miliar bukanlah sebuah kebijakan ekonomi baru dari pemerintah.
"Sebaiknya ini dikaji kembali, apakah betul efektif atau justru sebaliknya. Yang kita harapakan adalah kebijakan mendasar terkait menanggulangi defisit anggaran, daya beli dan lain - lain," tandas Najib.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona di wilayah Indonesia. Dua orang ini tertular WN Jepang yang berkunjung ke Depok, Jawa Barat.
"Terkenanya di rumahnya, rumahnya daerah Depok," kata Menkes Terawan Agus Putranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).
Menkes mengatakan Tempat tinggal ibu anak itu di Depok sudah dicek. Rumahnya bahkan diisolasi
"Rumahnya dicek, ibu dan anak. (Usia) 61 dan 31 tahun. Sudah melakukan isolasi rumah," ujar Terawan. [Asp]
Laporan : Tio Pirnando



