telusur.co.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, pengaturan jalur, dan standar keselamatan di titik-titik rawan pertemuan lintasan kereta api. Pernyataan ini disampaikan menyusul kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang.
“Tidak cukup hanya mengandalkan penanganan pascakejadian. Harus ada evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk pengendalian perjalanan kereta dan pengawasan lintasan,” kata Kenneth di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Kenneth menegaskan keselamatan pengguna jasa kereta api harus menjadi prioritas utama. Ia mendorong pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan sistem pengawasan operasional, serta pelatihan berkelanjutan bagi petugas. Penggunaan teknologi otomatis juga dinilai krusial untuk mencegah kecelakaan di masa depan.
Selain itu, ia meminta agar standar operasional prosedur (SOP) keselamatan ditegakkan tanpa kompromi. “Setiap potensi kelalaian harus diantisipasi dengan sistem yang kuat dan disiplin tinggi dari seluruh pihak,” ujarnya.
Kenneth juga mengapresiasi kerja cepat tim SAR, tenaga medis, dan semua pihak yang terlibat dalam evakuasi serta penanganan korban. Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan operator kereta api dapat ditingkatkan demi keselamatan penumpang.
“Saya berbelasungkawa atas musibah ini dan mendoakan para korban luka agar segera pulih,” tambah Kenneth.



