telusur.co.id - Juru bicara Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro menyebut sudah lebih dari 700 ribu tenaga kesehatan yang telah divaksin tahap pertama. Dari jumlah tersebut, 100 ribu nakes sudah mendapat vaksin tahap kedua.
"Adanya partisipasi tenaga kesehatan yang tinggi dalam vaksinasi Covid-19 selain akan melindungi diri mereka dan keluarga, juga dapat menjadi contoh nyata dan teladan kolega mereka," ujar Reisa Istana Kepresidenan, Jumat, (5/2/21) sore.
Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) dan UNICEF, kata Reisa, melatih vaksinator dan tenaga kesehatan dalam kemampuan berkomunikasi. Dengan demikian, diharapkan para vaksinator dapat meyakinkan kolega dan teman sejawatnya mengikuti vaksinasi Covid-19.
"Tampaknya kita yang mendukung kesuksesan vaksinasi harus lebih sering bersuara dan menunjukan sikap positif. Sehingga persepsi salah dan negatif atau distorsi informasi terhadap keamanan dan manfaat vaksin bisa diluruskan dan diperbaiki,” katanya.
Lebih lanjut Reisa menjelaskan, nakes terutama vaksinator saat ini harus dapat menjadi komunikator yang baik. Sehingga mereka bisa menjelaskan ke rekan sejawat dan masyarakat yang akan divaksin.
Para nakes juga harus dapat memaparkan jika vaksin yang saat ini tersedia bukan hanya aman dan halal. Lebih dari itu, vaksin juga dapat membangun imunitas dalam memperkecil dampak dari Covid-19.
"Jadi dari 5.000 tenaga kesehatan yang telah mempraktikan keahlian kemampuan komunikasi tersebut, sebanyak 3.348 telah berhasil membuat teman sesama tenaga kesehatan menyimak argumentasi mereka. Kemudian mereka menyetujui pandangan bahwa vaksinasi Covid-19 penting disukseskan," pungkasnya. (tp)



