Efek Subsidi Dicabut, Income Rakyat Cuma Untuk Bayar Listrik - Telusur

Efek Subsidi Dicabut, Income Rakyat Cuma Untuk Bayar Listrik


telusur.co.id – Dampak dari rencana pencabutan subsidi listrik 24,4 juta pelanggan 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) pada 2020, oleh pemerintah, akan berimplikasi pada gejolak inflasi yang relatif besar. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menjelaskan, pada 2017 lalu, pemerintah mencabut subsidi rumah tangga yang dikategorikan mampu. Efek negatifnya, langsung terasa oleh masyarakat

"Imbasnya inflasi administered prices naik menjadi 8.7 persen ditahun 2017 dipicu salah satunya karena pencabutan subsidi listrik," kata Bhima saat dihubungi telusur.co.id, Kamis (5/9/19).

"Disposable income yang harusnya digunakan untuk belanja lain akhirnya sebagian tergerus untuk membayar tagihan listrik," sambungnya.

Menurut Bhima, dampak dari rencana itu, konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tmbuh di bawah 5 persen dan efek ke pertumbuhan ekonomi mungkin melambat ke 4.9 persen. 

Selain itu, Bhima mengingatkan, pelajaran penting dari 2017 lalu, ialah soal data yang masih bermasalah. Sebab, bolak balik PLN mengkonfirmasi data pelanggan yang dianggap mampu, ternyata ada yang miskin, tapi tetap didata masuk kategori mampu. 

Oleh karena itu, kata Bhima,  pemerintah dan PLN sebaiknya validasi data terlebih dahulu secara hati-hati sebelum mengeluarkan kebijakan mencabut subsidi.

"Imbas ke angka kemiskinan jg perlu diperhatikan kalau data belum valid. Jadi, kesimpulannya ditengah kondisi ekonomi yang sedang melambat tentunya berbahaya," tukasnya.

Sebelumnya, pemerintah dan Badan Anggaran DPR menyepakati mencabut subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA rumah tangga mampu (RTM), tahun depan. 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan, saat ini ada dua jenis pelanggan yang menerima subsidi listrik daya 900 VA. Pelanggan miskin RTM.

Pelanggan 900 VA yang miskin mencapai 7,17 juta pelanggan dan RTM mencapai 24,4 juta. Pada tahun depan, yang akan dihilangkan subsidinya ialah pelanggan 900 VA yang masuk ke golongan RTM.

"Sejumlah 24,4 juta yang seharusnya tidak masuk di sini, di subsidi. Ini sebenarnya bukan golongan subsidi, tapi ada kebijakan dari pemerintah untuk tidak menerapkan tarif adjustment ke golongan ini, karena tidak naik, tarif jualnya ditanggung oleh pemerintah," ujar Rida di Ruang Rapat Banggar, Kompleks Parlemen, beberapa waktu lalu.

Dengan penghapusan ini, lanjut Rida, golongan RTM penikmat daya 900 VA dihilangkan, maka subsidi listrik akan menjadi Rp 54,79 triliun. 

Rincian subsidi Rp 54,79 triliun ini sudah termasuk dengan subsisi energi pelanggan 450 VA sebesar Rp 32,04 triliun, subsidi 900 VA miskin Rp 9,07 triliun dan 23 golangan subsidi lainnya Rp 13,68 triliun. Adapun rencana awal subsidi untuk pelanggan 900 VA RTM yang dihilangkan sebesar Rp 6,9 triliun.[Ham]


Tinggalkan Komentar