Pekan Reksa Dana 2026, APRDI & OJK Kampanye #ReksaDanaAja dan Literasi Instrumen Investasi - Telusur

Pekan Reksa Dana 2026, APRDI & OJK Kampanye #ReksaDanaAja dan Literasi Instrumen Investasi

Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang dilaksanakan pertama kali di kota Surabaya dengan mengkampanyekan #ReksaDanaAja

telusur.co.id - Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi (SOSEDU) 2026 di Surabaya pada Selasa (07/4/2026) sebagai langkah awal menuju Pekan Reksa Dana 2026. Program ini menjadi bagian dari kampanye nasional #ReksaDanaAja sekaligus momentum pengenalan program PINTAR Reksa Dana.

Pelaksanaan SOSEDU di “Kota Pahlawan” berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur serta menjangkau sejumlah kampus melalui kolaborasi dengan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Perguruan tinggi yang terlibat antara lain Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Kristen Petra, Universitas Airlangga, dan STIESIA Surabaya.

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan, APRDI dijadwalkan menggelar seremoni peluncuran resmi program PINTAR Reksa Dana bersamaan dengan kampanye #ReksaDanaAja pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Agenda ini menjadi bagian dari gelaran Pekan Reksa Dana 2026 yang akan mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari menjelaskan, pentingnya literasi dalam memilih instrumen investasi, khususnya reksa dana. Menurutnya, pemahaman terhadap risiko dan mekanisme produk menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya tergiur imbal hasil.

“Sebagai individu maupun wartawan, penting untuk memahami karakteristik produk, termasuk risiko dan mekanismenya. Dengan pemahaman yang baik, informasi yang disampaikan kepada masyarakat akan lebih objektif dan edukatif,” papar perempuan asal kelahiran Blora, Jawa Tengah tersebut.

Alumnus MBA The George Washington University ini juga menekankan bahwa, media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik yang tepat terkait investasi, terlebih di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu akurat.

“Berdasarkan data OJK, kinerja industri reksa dana di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,96 triliun atau tumbuh 54,60 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, jumlah investor reksa dana ritel tercatat sekitar 141.861 Single Investor Identification (SID), meningkat 13,52 persen (YoY),” urai alumnus S1 Undip, Semarang tahun 1995 ini.

Dalam kesempatan tersebut, diperkenalkan pula program PINTAR Reksa Dana (Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana). Program ini dirancang untuk mendorong kebiasaan berinvestasi secara rutin dan disiplin di berbagai segmen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Liliana menguraikan bahwa, kampanye #ReksaDanaAja menjadi wujud komitmen industri dalam memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap produk investasi. Ia menambahkan, rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026 juga akan menghadirkan kelas edukasi khusus bagi jurnalis dan mahasiswa di sejumlah kota besar.

“Melalui sinergi antara asosiasi, OJK, dan Self Regulatory Organization, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih memahami dan memanfaatkan reksa dana sebagai instrumen investasi yang terjangkau dan terdiversifikasi,” pungkas Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) ini. (ari)


Tinggalkan Komentar