telusur.co.id - Presiden Joko Widodo dinilai salah memilih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim. Sebab, Nadiem tidak memiliki karya di bidang pendidikan.
Sehingga, tidak heran jika setiap kebijakan yang dibuat Nadiem selalu keliru. Misalnya, kebijakan tentang Merdeka Belajar.
Hal tersebut disampaikan oleh Praktisi Pendidikan Eko Prasetyo saat diskusi webinar yang diselenggarkan PB HMI (MPO) dengan topik “Merdeka Belajar: Akankah Masalah Pendidikan Teratasi?” Senin (14/9/2020).
“Apakah nadiem memiliki karya di bidang pendidikan sebelum jadi Menteri?” kata Eko.
Disamping itu, kata Eko, Jokowi juga tidak pernah melibatkan tokoh-tokoh bangsa yang memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam pendidikan untuk menentukan Menteri.
Oleh karena itu, lanjut dia, jika terjadi kekeliruan Nadiem dalam membuat kebijakan Merdeka Belajar, karena memang mantan Bos Gojek itu tidak memiliki karya di bidang pendidikan.
“Jadi bukan salahnya guru, bukan salahnya siswa, tapi salahnya pemilihan kewenangan itu. Itu sebenarnya yang salah,” terangnya.
Eko mengungkapkan, bahwa konsep merdeka belajar ala Nadiem tidak jelas naskah akademiknya. Akan tetapi hanya muncul dengan jargon baru sehingga menjadi kontroversi di masyarakat.
“Misalnya pak Nadiem sekarang mendorong kampus merdeka atau sekolah merdeka. Itu kebijakan naskah akademiknya kita enggak tahu. Tapi karena ini jargon baru, maka mengundang kontroversi,” tandasnya. [Fhr]



