Erdogan Tegaskan Penolakan Intervensi Asing di Iran - Telusur

Erdogan Tegaskan Penolakan Intervensi Asing di Iran

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. foto reuters

telusur.co.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas situasi terkini di Iran dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menekankan penentangan tegas Ankara terhadap segala bentuk intervensi asing. Menurut pernyataan resmi kepresidenan Turki, Erdogan memperingatkan bahwa campur tangan eksternal dapat memperburuk ketidakstabilan Iran sekaligus memengaruhi keamanan kawasan secara lebih luas.

Pezeshkian menegaskan bahwa demonstrasi besar-besaran yang digelar jutaan warga Iran telah menggagalkan upaya provokasi yang bertujuan memicu kerusuhan. Ia menuduh “musuh-musuh negara Muslim” berupaya memperluas terorisme dan menciptakan krisis internal untuk merusak keamanan regional.

Percakapan ini berlangsung di tengah meningkatnya retorika Israel yang mendukung perubahan rezim di Iran. Presiden Israel Isaac Herzog sebelumnya menyebut pergantian rezim sebagai “satu-satunya masa depan yang layak” bagi Iran, pernyataan yang dikutip pejabat Iran sebagai bukti tekanan eksternal yang terkoordinasi.

Sementara itu, Panglima Korps Garda Revolusi Islam, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam keadaan siaga penuh dan siap menanggapi segala kesalahan perhitungan dari Amerika Serikat maupun Israel dengan respons yang “lebih menyakitkan dan menimbulkan penyesalan.”

Kerusuhan di Iran yang meletus akhir Desember 2025 akibat protes ekonomi yang semula damai telah dibajak kelompok bersenjata terkait jaringan intelijen asing, menelan korban tewas 3.117 orang, termasuk warga sipil dan aparat keamanan, menurut catatan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Di sisi lain, Turki juga memperingatkan Iran tentang upaya pejuang separatis Kurdi yang mencoba menyeberang dari negara tetangga untuk mengeksploitasi ketidakstabilan internal. Di Istanbul, demonstran berkumpul di luar konsulat Iran untuk mengecam ancaman AS dan Israel, serta menegaskan solidaritas dengan Teheran. Para analis menilai tekanan diplomatik dari Turki dan negara regional lain menjadi faktor kunci dalam menahan eskalasi lebih lanjut. [ham]


Tinggalkan Komentar