telusur.co.idMenteri BUMN Erick Thohir mendorong produk UMKM naik kelas dan bersaing ke dalam rantai pasok global industri wellness. Dia berkata potensi ekonomi industri wellness ini sangat luar biasa besar mencapai Rp63 ribu triliun berdasarkan data Global Wellness Institute 2020.


Erick juga mendukung penuh upaya Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendorong Bali menjadi pilot project industri wellness berkelas dunia.

Sebelumnya, Kementerian BUMN dan KemenKopUKM bekerja sama dalam pengembangan platform Pasar Digital atau PaDi UMKM yang mendorong belanja BUMN langsung ke pelaku UMKM yang hingga saat ini mencapai nilai Rp 20 triliun. Kementerian BUMN juga mendukung daya saing UMKM sejak mulai pembiayaan, pendampingan, dan membuka akses pasar bagi pelaku UMKM.

"Kita gabungkan hotel-hotel BUMN yang ada 100. Nanti itu semua produknya harus di-support oleh UMKM. Sarinah yang menjadi agregatornya. Brand-nya Sarinah, tapi produk di belakangnya UMKM semua. Jadi, nanti produk di hotel-hotel BUMN bukan merek yang asing-asing. Sabunnya, samponya, semua dari lokal. Rumah sakit juga didorong menggunakan produk wellness lokal, seperti produk obat-obatan herbal. Kita akan trial pelan-pelan dan itu juga di belakangnya ada UMKM," ujar Erick dalam keterangan tertulis.

Erick menambahkan, Rumah Sakit Internasional yang sedang dibangun di Sanur, Denpasar, juga didorong menyerap produk lokal dan menjadi bagian ekosistem industri wellness yang lebih besar. Dengan demikian, produk lokal akan lebih mudah diterima pasar karena bakal menyesuaikan dengan standar internasional.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, Pasar Nusa Dua ini merupakan bagian dari puncak presidensi G-20. Event ini akan digelar beberapa kali hingga bulan November 2022 dengan harapan mampu mendatangkan brand lokal lainnya untuk berpameran di Bali Collection Nusa Dua.

Teten menyebut, setelah Pasar Nusa Dua ini akan dilanjutkan kepada event-event yang lebih besar, dan mengaktivasi semua area Bali Collection, ITDC, Nusa Dua. Teten mengatakan, G-20 dijadikan event promo produk UMKM.

"Ini merupakan aktivasi sehingga bulan November betul-betul siap semuanya. Produk-produk UMKM yang akan dipamerkan pada G-20 akan dikurasi. Produk yang dipamerkan produk unggulan. Karena menyasar pasar luar negeri. Menampilkan brand-brand lokal yang siap go global," ujar Teten.

Teten menilai, tren industri wellness di dunia yang terus bertumbuh dan Indonesia, khususnya Bali harus mampu menangkap peluang yang ada. Teten menyebut, Bali mempunyai modal yang sangat kuat menjadi pilot projects industri wellness berkelas dunia. Hal ini lantaran Pulau Dewata Bali memiliki semua aspek yang sangat lengkap untuk mendukung pengembangan industri wellness.

Pertama, nilai-nilai luhur literasi, tradisi, adat, dan budaya Bali yang menjadi wujud dari tradisi wellness Bali. Kedua, ragam kekayaan sumber daya alam yang menjadi komposisi utama produk-produk wellness. Ketiga, kreativitas dari para pelaku ekonomi UMKM Bali sangat luar biasa. Keempat, produk wellness Bali memiliki keunggulan karena sangat berkaitan erat dengan industri pariwisata di Bali.

"Pengembangan produk wellness ini bisa jadi bagian ekosistem pariwisata dunia,” kata Teten.[iis]