Fadli Zon: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sidang Parlemen Eurasia - Telusur

Fadli Zon: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sidang Parlemen Eurasia

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon saat pembukaan The Meeting of Speakers of Eurasian Countries Parliaments (MSEAP).

telusur.co.id - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon memimpin delegasi DPR RI dalam pembukaan The Meeting of Speakers of Eurasian Countries Parliaments (MSEAP), atau Pertemuan Pimpinan-pimpinan Parlemen Eurasia yang diselenggarakan di Nur-Sultan, Kazakhstan.

Acara pembukaan sekaligus sidang dilakukan di gedung Palace of Independence, yang biasa digunakan untuk acara-acara kenegaraan, termasuk forum-forum internasional. Acara berlangsung meriah, karena dibuka langsung oleh mantan Presiden sekaligus Presiden pertama Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev.

Ini adalah sidang MSEAP yang keempat dan diikuti oleh delegasi dari 65 negara serta 13 organisasi internasional. Forum yang awalnya diinisiasi oleh parlemen Korea Selatan dan Rusia ini pertama kali menggelar sidang tahun 2016 di Moskow, Rusia. Tahun berikutnya sidang digelar di Seoul, Korea Selatan, dan tahun lalu sidang dihelat di Antalya, Turki.

Dalam sidang MSEAP kali ini Fadli Zon didampingi oleh lima orang anggota DPR, yaitu Evita Nursanty (PDIP), Achmad Farial (PPP), Wiryanti Sukamdani (PDIP), Putu Supadma Rudana (Demokrat), dan Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat).

“Saya memimpin delegasi Indonesia dalam perumusan dokumen pernyataan MSEAP. Mewakili Indonesia, saya menyambut baik kepercayaan dari negara-negara Eurasia yang telah meminta Indonesia menjadi tuan rumah acara MSEAP ke-5 tahun 2020. Dalam forum tersebut saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan anggota MSEAP, dan Indonesia berharap agar MSEAP bisa menjadi platform kerjasama parlemen di kawasan Eurasia,” ungkap Fadli.

Fadli menyampaikan pentingnya keterlibatan anggota parlemen dalam mengatasi krisis dan konflik global. Menurutnya, anggota parlemen harus bisa mempengaruhi pemerintah dalam mendorong terjadinya dialog politik demi peradaban masa depan.

“Indonesia juga mengkampanyekan isu mengatasi krisis dan konflik global. Itu sebabnya Indonesia sangat concern, misalnya terhadap isu Palestina, atau Rohingya. Sebab, sulit membayangkan bisa terjadi perdamaian jika tidak ada penyelesaian atas isu-isu tadi,”  tandasnya. [Ham]


Tinggalkan Komentar