telusur.co.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon memastikan jika keris yang dikembalikan kerajaan Belanda ke Indonesia bukan keris siluman milik Diponegoro. “Keris yang dibawa kembali itu dhapurnya bukan Nogo Siluman,” tegas Fadli, Selasa.
Lalu keris apa? Fadli yang didapuk sebagai Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) menjelaskan jika yang dikembalikan adalah keris Nogo Rojo. “Yang dibawa ini Nogo Rojo. Dari dhapurnya Nogo Rojo tangguh era Mataram Sultan Agung,” jelasnya.
Lebih jauh, Fadli membeberkan jika Diponegoro ada 3 keris, kemungkinan yang 2 Nogo Siluman masih di Volkenkunde Museum. “Saya pernah lihat Nogo Siluman lurus dan luk yang dibuat pada era sebelum PB III. Dua keris Diponegoro dhapur Nogo Siluman yg legendaris belum terbawa. Ya mungkin next time ya.”
Fadli bukan asal klaim, karena sempat mengirim 3 peneliti SNKI ke Belanda tahun 2017 dan 2018. Yang melihat bukan hanya Fadli, tetapi juga ada Basuki Teguh Yuwono, Mpu Toto Brojodiningrat yang sempat melihat Keris Diponegoro.
Ternyata, bukan hanya keris Dipenogero saja yang masih berada di Belanda tetapi juga keris-keris para pahlawan Indonesia. “Masih ada ribuan keris bersejarah kita di Belanda milik Teuku Umar, Imam Bonjol dan raja-raja Bali,” tuntasnya. [ham]



