Gagas Aplikasi Penulisan Ilmiah, Mahasiswa UNAIR Raih Gold Medal - Telusur

Gagas Aplikasi Penulisan Ilmiah, Mahasiswa UNAIR Raih Gold Medal

Penggagas aplikasi penulisan illmiah PENEMUDA sekaligus mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB Unair, Ivone Pinasthika Prawesti meraih Gold Medal dalam lomba esai nasional Syncounlogy 2023 di Buleleng, Bali

telusur.co.id - Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencetak prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dia adalah Ivone Pinasthika Prawesti, mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Ivone, sapaan akrabnya, baru saja meraih Gold Medal dalam lomba esai nasional Syncounlogy 2023 Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSA). Sabtu (02/12/2023).
 
Ivone bercerita bahwa, dalam kompetisi tersebut ia mengusung sebuah ide berupa aplikasi penulisan ilmiah bertajuk PENEMUDA. Ia mengaku, ide itu muncul karena pengamatan lingkungan sosialnya selama kuliah. Ia dan rekan-rekannya seringkali memiliki kesulitan untuk membuat karangan ilmiah. Bahkan, dosen pun mengeluh karena banyak kasus plagiarisme yang mahasiswa lakukan dalam tugas-tugas mereka.
 
“Jika saya melihat ke belakang, saat menjadi siswa menengah, pembelajaran penulisan ilmiah tidak wajib dan tidak merata ke semua siswa. Hal tersebut menyebabkan ketidakbiasaan pelajar dalam menulis karya ilmiah,” ucapnya kepada Unair News. Rabu, (06/12/2023).
 
Belajar Menulis Ilmiah dengan Mudah
 
Berangkat dari persoalan tersebutlah, Ivone menggagas sebuah platform digital berupa aplikasi penulisan ilmiah yang dapat digunakan anak muda untuk berlatih membuat tulisan ilmiah. Pelajar mulai dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dapat mengakses aplikasi ini dengan mudah dan gratis.
 
Ivone menjelaskan bahwa ia telah merancang desain prototipe aplikasi tersebut. Kata ia, aplikasi tersebut mirip seperti Wattpad di mana semua pengguna bisa menulis bebas. Namun, aplikasi ini lebih fokus terhadap bidang penulisan ilmiah. 

Selain itu, aplikasi ini juga memiliki fitur pencari referensi, pendeteksi plagiasi menggunakan AI, dan fitur kompetisi. Dengan fitur-fitur ini, pengguna dapat belajar menulis ilmiah dengan baik dan benar.  
 
“Jadi yang saya harapkan, generasi muda tidak hanya pandai dalam menulis karangan bebas atau fiksi saja, tetapi juga mulai memiliki ketertarikan untuk melatih kemampuan dalam penulisan ilmiah dan penelitian,” beber mahasiswa FIB itu.
 
Berani Mencoba dan Belajar dari Kegagalan
 
Pada akhir, Ivone berharap gagasannya itu dapat terealisasikan dalam Program Kreativitas Mahasiswa - Karya Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan oleh Kemdikburistek. Ia juga ingin mengajak rekan-rekannya untuk turut merealisasikan idenya itu.
 
Selain itu, Ia juga berpesan tidak ada tips dan trik khusus untuk memenangkan sebuah kompetisi. Prinsip yang harus setiap orang miliki adalah berani mencoba. Dengan mencoba, setiap orang akan memiliki pengalaman baik itu berhasil ataupun gagal.
 
“Pengalaman merupakan guru terbaik. Kita juga perlu untuk belajar dari kegagalan-kegagalan sebelumnya. Dengan begitu, ketika kita sudah banyak berlatih, kita tidak tahu di kesempatan mana kita akan berhasil,” tutur Ivone. (ari)


Tinggalkan Komentar