telusur.co.id - Massa yang tergabung dalam Serikat Pemuda dan Rakyat Tuntut Transparansi (SPARTAN) berunjuk rasa di depan Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Jalan Inspeksi Kalimalang Tegal Danas Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Senin (9/11).
Dalam aksi unjuk rasa mereka menuntut SK pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi agar dicabut karena tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 54 tahun 2017 dan Permendagri No 37 Tahun 2018.
"Kami menilai selama PDAM di Nahkodai oleh URS tidak memberikan prestasi yang signifikan untuk membantu pendapatan daerah, yang ada hanya meminta pernyertaan modal terus menerus," kata Koordinator Lapangan Turmuji dalam orasinya.
Masih kata Turmuji yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Nur Elghozi mengatakan penunjukan kembali URS menjadi Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi banyak menuai banyak kontroversi di kalangan elemen masyarakat, karena selama di nahkodai oleh URS tidak bisa memajukan perusahaan plat merah tersebut.
"Kan sudah jelas di Permendagri No 37 Tahun 2018 pasal 51, tapi kenapa pemerintah daerah masih kekeh dan percaya diri untuk mengangkat saudara URS untuk memimpin PDAM Tirta Bhagasasi," Pungkasnya.
Selain itu berkaitan dengan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh WTP Swasta mereka meminta agar pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi untuk segera membuat peraturan daerah maupun peraturan Bupati untuk membatasi ruang gerak swasta dalam bisnis system penyediaan air minum (SPAM). Pasalnya selama ini Water Treatment Plan (WTP) milik swasta yang ada di kabupaten Bekasi diduga mendistribusikan air langsung ke pelanggan dan hal tersebut jelas bertentangan dengan putusan MK bernomor 85/PUU-XI/2003 yang menghapus keberadaan seluruh pasal dalam UU no 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA).
Kasubag Humas PDAM Tirta bhagasasi Ahmad Fauzi saat di konfirmasi dia menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menawarkan untuk berdialog akan tetapi massa aksi ingin ketemu langsung sama pihak direksi.
"Silahkan aja temen-temen pada aksi, tadi juga kami sudah menawarkan untuk berdiskusi, tatapi mereka (Massa Aksi) tidak mau," ucapnya.



