Gubernur Khofifah dan Menko Polkam Resmikan Kantor JKSN, Tekankan Peran Kiai-Santri sebagai Penyejuk Bangsa - Telusur

Gubernur Khofifah dan Menko Polkam Resmikan Kantor JKSN, Tekankan Peran Kiai-Santri sebagai Penyejuk Bangsa

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan MenkoPolkam RI, Djamari Chaniago (kanan). Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di Surabaya, Sabtu (14/2/2026). Selain agenda Rakernas, momen tersebut juga menandai peresmian gedung Kantor Pusat JKSN.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Djamari Chaniago, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, serta jajaran alim ulama dari berbagai pelosok Nusantara.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi Pergunu dan JKSN. Ia berharap peresmian kantor pusat tersebut mampu memberikan manfaat luas bagi umat dan menjadi simbol persatuan.

"Ini luar biasa. Ini adalah jaringan santri dan kiai Indonesia. Tentu kita berharap bahwa ini akan jadi rumah besar yang menyejukkan. Karena para ulama senantiasa menjadi penyejuk, pendamai, dan referensi kehidupan dengan penuh kebaikan," ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial tersebut menjelaskan bahwa komitmen menjadi penyejuk bangsa harus berakar dari setiap anggota untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara wawasan internasional dan kearifan lokal.

"Di JKSN kita bersama tentu punya komitmen bagaimana ini menjadi rumah besar yang menyejukkan untuk semua pihak. Bagaimana dari sisi pikiran, kita punya global mindset, tetapi dari sisi kebijakan, antara local wisdom dan global mindset harus seimbang," terangnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa karakter akhlakul karimah akan menjadi pilar penguat negara di posisi mana pun. Ia pun menyambut hangat para ulama dari luar Jawa Timur yang hadir di bumi Majapahit, tempat lahirnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago mengenang sejarah heroisme kaum santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan. Ia mengingatkan kembali peran besar K.H. Hasyim Asy'ari dalam mencetuskan perlawanan yang memicu pertempuran 10 November 1945.

"Inilah yang kita rayakan setiap 10 November sebagai Hari Pahlawan. Semuanya bermula di Jawa Timur. Oleh karena itu, nyala api itu jangan sampai redup. Harusnya semakin membesar, agar kita bisa mengabdi sepenuhnya kepada bangsa ini," tegas Djamari.

Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, K.H. Asep Saifuddin Chalim, turut mempertegas posisi strategis pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang menjadi pusat pembentukan karakter dan persatuan.

"Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memberikan layanan pendidikannya pertama di Indonesia. Di saat belum ada layanan pendidikan formal, pondok pesantren telah berjalan dan menjadi sentral perjuangan melawan penjajah," kata Kiai Asep.

Kiai Asep menambahkan bahwa organisasi ini berakar pada komitmen menjaga nilai Islam moderat (Ahlusunah waljamaah) serta mengawal kedaulatan bangsa.

"Tujuannya jelas dua, yaitu memelihara faham Ahlusunah waljamaah dan menjaga Indonesia merdeka. Kita harus mentransformasi orientasi dari Indonesia merdeka menjadi keberhasilan cita-cita luhur kemerdekaan, yaitu terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan," pungkasnya.


Tinggalkan Komentar