Telusur.co.id -Program Presiden Jokowi dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah mendapatkan dukungan dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Budi Wiweko.
“Program Pak Jokowi harus didukung karena baik untuk indonesia kedepan. Indonesia menuju masa gemilang,” ungkap Budi Wiweko melalui keterangan tertulisnya, Senin.
Untuk itu, menurut Budi, membangun SDM harus disesuaikan dengan kemajuan teknologi digital, big data, artificial intelligence (AI) dan genomik yang dalam dua dekade terakhir telah membawa semangat serta arus perubahan dalam berbagai bidang termasuk kesehatan.
Diketahui, pada saat pidato di Sentul, Presiden Jokowi memberikan prioritas pembangunan pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah.
“Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ,” tegas Jokowi
Dijelaskan Budi, di Indonesia, berbagai permasalahan besar masih membayangi dunia kesehatan pada era revolusi industri 4.0. Data Riset Kesehatan 2018 menunjukkan buruknya indikator berbagai penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi, penyakit ginjal kronik dan kencing manis.
“Tidak kurang dari 21,8 persen proporsi penduduk Indonesia mengalami obesitas, prevalensi kencing manis mencapai dua persen, serta jumlah penderita penyakit ginjal kronik yang mencapai 3,8 per mil pada populasi di atas usia 15 tahun,” katanya.
Menurut dia, angka penyakit itu tergolong tinggi bila dibandingkan dengan prevalensi di negara tetangga atau pun negara maju di dunia. Tidak hanya itu, kata Budi, dampak kebiasaan merokok yang semakin meningkat juga memiliki kontribusi negatif pada masyarakat.
“Ibu-ibu hamil mengalami anemia, yang menjadi variabel penting penyebab kematian ibu,” ujar Budi.
Di sisi lain, lanjut dia, penyakit infeksi tuberkulosis dan demam berdarah masih menjadi momok menakutkan dengan case fatality rate yang cukup tinggi. Indonesia, sambung dia, merupakan negara peringkat kedua untuk prevalensi tuberkulosis tertinggi di dunia, setelah India. [Ham]



