telusur.co.id - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengajak semua pihak untuk bantu membantu dalam menghadapi virus corona di Indonesia.
"Kita semua bersatu hati, pikiran, dan langkah menyelamatkan bangsa dari musibah. Mari tunjukkan solidaritas kebangsaan dengan membantu saudara-saudara kita yang terdampak wabah dan membutuhkan bantuan," ungkap Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.
Sambil mengajak warga, mantan ketua umum Muhammadiyah ini juga mengingatkan kepada pemerintah untuk bersungguh-sungguh menjalankan Amanat Konstitusi "melindungi segenap rakyat dan seluruh Tanah Tumpah Darah Indonesia".
"Jangan sampai ada pejabat negara yang justeru mengkhianati Amanat Konstitusi itu dengan umpamanya membolehkan dan melindungi WNA masuk ke Wilayah Indonesia, kala rakyat menderita karena wabah corona," katanya.
Lanjut, Din juga mendesak penyelenggara negara mengusut serius dan tuntas Mega Skandal Korupsi Jiwasraya, dan lain-lain karena menyakiti hati rakyat. Uang yang dijarah bisa dipakai untuk menyelematkan rakyat dari Wabah Corona. Oleh karena itu DPR-RI segera membentuk Pansus untuk itu.
Sedangkan isu-isu yang kurang penting, Din meminta Presiden menghentikan rencana pemindahan Ibu Kota karena tidak mendesak dan hanya akan menghamburkan uang negara. Lebih baik dana dimanfaatkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Terakhir, Din juga mendesak pemerintah menarik kembali RUU Omnibus Law karena RUU itu lebih menguntungkan pengusaha dari pada pekerja, dan bertentangan dengan Amanat Konstitusi untuk dilaksanakannya ekonomi kekeluargaan. "Saatnya nurani bangsa diwujudkan, kedaulatan rakyat ditegakkan," tuntasnya. [ham]



