telusur.co.id - Hamas menyerukan agar “Dewan Perdamaian” yang dibentuk Presiden Donald Trump memaksa Israel menghentikan pelanggaran berkelanjutan terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang ditengahi Amerika Serikat pada Oktober 2025.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataan video menegaskan, “Perang genosida terhadap Jalur Gaza masih berlangsung – melalui pembunuhan, pengusiran, pengepungan, dan kelaparan – yang belum berhenti hingga saat ini.” Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 600 warga Palestina tewas dan sekitar 1.600 lainnya terluka sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober 2025.
Qassem juga mendesak dewan Trump memfasilitasi masuknya komite teknokrat yang dipilih untuk memerintah Jalur Gaza serta memulai upaya rekonstruksi besar-besaran. “Kami menyerukan pencabutan pengepungan di Gaza dan pembukaan penyeberangan, dan tidak puas dengan pembukaan sebagian dan minimal… serta pelanggaran yang menyertainya oleh pendudukan terhadap para pelancong,” ujarnya.
Ia memperingatkan Israel agar tidak menggunakan dewan ini sebagai kedok untuk melanjutkan perang dan menghambat proses rekonstruksi.
Kondisi di lapangan tetap tegang. Pada Selasa, laporan Al Jazeera menyebutkan adanya penembakan artileri Israel di lingkungan Tuffah, Kota Gaza, serta tembakan tank di kota Khan Younis di selatan Jalur Gaza, menegaskan bahwa konflik masih jauh dari selesai. [ham]



