telusur.co.id - Harga minyak goreng di sejumlah wilayah mengalami lonjakan yang signifikan. Oleh karena itu, Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan guna mencari sebab lonjakan harga minyak goreng.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya juga akan melakukan operasi pasar guna menekan harga minyak goreng.
"Kami melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dalam penyaluran minyak goreng murah dan mengikuti operasi pasar," ujar Dedi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/11/21).
Salah satu penyebab naiknya harga minyak goreng, kata Dedi, disebabkan lonjakan harga CPO yang mencapai delapan persen. Seperti diketahui CPO merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan minyak goreng.
"Penyebab lainnya, karena harga acuan minyak goreng kemasan sederhana yang ditetapkan Kemendag berkisar Rp 11 ribu per liternya. Ini mengacu pada harga CPO internasional yakni 500 hingga 600 dollar Amerika per MT," jelasnya.
Polri, sambung Dedi, juga akan berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo. Hal ini guna mendukung operasi minyak goreng murah.
"Kemudian untuk tindak lanjutnya, yaitu dengan mengoptimalkan Satgas Pangan Pusat dan Daerah guna memonitor pergerakan harga pangan khususnya minyak goreng di Indonesia," pungkasnya. (Ts)



