I.League Pertahankan Format Liga dan Regulasi Pemain Asing, Tapi Ubah Aturan Pemain Muda Jadi Insentif - Telusur

I.League Pertahankan Format Liga dan Regulasi Pemain Asing, Tapi Ubah Aturan Pemain Muda Jadi Insentif

Acara League Talk 1.0 yang digelar di Kantor I.League, Jakarta pada Jumat (19/6). Foto: Telusur.co.id/Risyad.

telusur.co.id -I.League memastikan tidak ada perubahan signifikan pada format kompetisi maupun regulasi pemain asing untuk musim Super League 2026/2027. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tetap akan berlangsung dengan format kandang dan tandang yang melibatkan 18 klub peserta.

Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, mengatakan format kompetisi musim mendatang masih sama seperti musim sebelumnya dengan sistem double round-robin.

"Yang pertama, untuk format tidak ada perubahan. Super League tetap dengan format double round-robin, home dan away kita punya 18 tim. Berarti ada 306 pertandingan. Tidak ada perubahan," kata Asep dalam acara League Talk 1.0 di markas I.League, Jakarta, Jumat (19/6).

Selain format kompetisi, I.League juga mempertahankan regulasi pemain asing yang telah berlaku pada musim sebelumnya. Klub peserta tetap diperbolehkan mendaftarkan hingga 11 pemain asing dalam skuad mereka.

"Yang kedua, soal pemain asing, sama juga tidak ada perubahan," jelas Asep.

"Jadi pada musim 2026, itu tidak ada perubahan. Pemain asing bisa didaftarkan sebelas. Lalu setiap pertandingan boleh masuk maksimal sembilan dalam Daftar Susunan Pemain (DSP). Tapi hanya tujuh yang bermain lapangan," tambahnya.

Meski demikian, ada satu perubahan pada regulasi pemain muda U-23. Jika sebelumnya setiap klub diwajibkan memainkan pemain U-23 dalam durasi 45 menit, aturan tersebut kini dihapuskan oleh pihak I.League.

"Hanya ada perubahan waktu itu disampaikan kewajiban untuk memainkan pemain U-23 selama 45 menit itu dihapuskan, kewajibannya dihapuskan," pungkas Asep.

Kendati kewajiban bermain telah dicabut, klub tetap harus memasukkan pemain muda dalam daftar pertandingan. Menurut Asep, setiap tim masih diwajibkan mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dalam DSP.

"Tapi syarat kewajiban mendaftarkan pemainnya tidak dihapuskan. Tetap minimal ada lima pemain dalam DSP," lanjutnya.

Sebagai penggantinya, I.League tetap mendorong seluruh klub untuk memainkan para pemain mudanya.

I.League akan memberikan skema insentif bagi klub yang memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada pemain muda. Melalui kebijakan baru tersebut, klub yang mampu memberikan menit bermain tertentu kepada pemain U-23 akan memperoleh tambahan kontribusi insentif.

"Akan tetapi, ada aturan yang baru, klub-klub yang memainkan pemain dengan kategori umurnya (U-23), klub akan mendapatkan insentif bagi mereka memainkan pemain muda dalam menit bermain tertentu," terang Asep.

"Jadi ada bentuknya kita ubah jadi insentif. Tapi itu pun formulanya," jelas Asep menambahkan.

Asep menjelaskan, perhitungan insentif nantinya akan mengacu pada jumlah menit bermain pemain muda selama satu musim kompetisi. Sebelumnya, klub diwajibkan memenuhi total akumulasi 3.060 menit bermain untuk pemain U-23.

"Sebagai apa contoh, kan tahun lalu memainkan kewajiban 45 menit atau total 3.060 menit. Jadi kalau misalkan di bawah itu, klub tidak dapat insentif," ungkapnya.

Pihaknya pun akan memberikan reward lebih bagi klub yang memainkan pemain muda melebihi dari batasan minimal yang operator tentukan.

"Namun, ketika ada kelebihan, tentu akan ada perhitungan kontribusi insentif yang lebih diterima oleh klub," tegasnya.

Meski demikian, Asep belum bisa menjelaskan lebih rinci mengenai besaran insentif yang akan diberikan kepada klub yang lolos dalam kriteria tersebut.

Super League musim 2026/2027 dijadwalkan bergulir pada bulan September mendatang. 


Tinggalkan Komentar