telusur.co.id - Korban virus corona di Indonesia terus bertambah dari hari ke hari. Saat ini, sudah 117 orang yang positif terinfeksi virus tersebut. Ada yang sampai meninggal, ada juga yang dinyatakan sembuh.
Menanggapi hal itu, pengamat politik Boni Hargens menilai, sebelumnya pemerintah terlena cukup lama, karena merasa corona tak akan masuk Indonesia yang beriklim tropis.
"Kita harus jujur bahwa kita terlena cukup lama, karena Indonesia negara tropis yang katanya cukup sulit dimasuki oleh virus yang hidupnya di udara. Tapi kenyataannya kan nggak," kata Boni saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Senin (16/2/30).
Boni juga mengkritisi kesiapan teknis Indonesia dalam mendeteksi korban atau yang punya potensi menjadi korban virus corona.
"Untuk mendeteksi virus itu, dengan detektor suhu itu tidak cukup," singkatnya.
Oleh karenanya, Boni menyarankan pemerintah, dalam hal ini Menteri Kesehatan, harus lebih banyak berdialog dengan negara-negara lain yang sudah menangani isu ini sangat serius.
"Sehingga nanti ada kerjasama teknologi dalam mengobati itu," katanya.
Boni mengungkapkan, jika melihat situasi global saat ini, beberapa negara sudah melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Namun untuk konteks Indonesia, menurutnya kondisinya berbeda.
Dia menjelaskan, negara-negara lain seperti di Eropa penyebarannya lebih mudah karena secara geografis mereka berada di satu daratan. Tetapi Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan.
"Jadi saya pikir, lockdown di Indonesia belum cukup mendesak," ujar Boni
Yang terpenting, kata Boni, adalah sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat. Selain itu, penyediaan sarana kesehatan seperti hand sanitizer dan masker harus betul-betul ditingkatkan.
"Sehingga semua masyarakat betul-betul menjaga kebersihan, betul-betul punya kesadaran," terang Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini.
Tak hanya itu, menurut Boni karantina para korban positif corona juga sangat penting. Bukan hanya yang sudah positif corona, tetapi juga harus dideteksi dan ditelusuri dengan siapa saja para korban positif corona itu bergaul beberapa hari sebelum mereka terinfeksi.
"Orang-orang itu harus diperiksa supaya bisa dideteksi efek kelanjutan penyebaran virus," pungkasnya. [Tp]



