telusur.co.id - Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, sukses membalas kekalahan mereka atas pasangan Korea Selatan, Kim Jae Hyon/Jang Ha Jeong, pada babak pertama Polytron Indonesia Open 2026. Tampil di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), Jafar/Felisha menang meyakinkan dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-14.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi ajang revans bagi pasangan Merah Putih. Pada pertemuan sebelumnya di Badminton Asia Championships 2026, Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan Kim/Jang melalui pertarungan tiga gim, 21-23, 22-20, 10-21.
"Alhamdulillah hari ini pertandingan berjalan lancar dan bisa menang, bisa revans. Penampilan hari ini sudah lumayan oke sebenarnya," ujar Jafar usai pertandingan.
Lebih dari sekadar membalas kekalahan, hasil positif ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Jafar/Felisha setelah melalui beberapa turnamen dengan hasil yang kurang memuaskan.
"Kalau dibilang senang, cukup senang, tapi kalau puas, belum ya. Saya sendiri masih mau meningkatkan performa di pertandingan selanjutnya, karena semakin melaju, lawan juga makin bagus. Kalau kitanya begini-begini terus juga mungkin enggak menang," kata Felisha.
Pasangan muda Indonesia itu mengungkapkan bahwa mereka telah mempelajari permainan Kim/Jang secara lebih mendalam setelah kekalahan sebelumnya. Persiapan yang lebih matang membuat mereka mampu meredam permainan pasangan Korea tersebut.
"Secara taktik dan strategi, pastinya permainan mereka lebih dibaca dan lebih diidentifikasi. Mereka juga sudah lebih banyak main, jadi lebih bisa dilihat. Kalau pertemuan pertama kami agak kaget karena susah mencari video permainan mereka," jelas Felisha.
Meski meraih kemenangan meyakinkan, Jafar/Felisha menyadari masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar mampu bersaing dengan pasangan-pasangan elite dunia.
Menurut Felisha, faktor chemistry dan koneksi di lapangan menjadi perhatian utama yang terus mereka asah.
"Paling yang bisa dibenahi adalah bonding. Bonding itu bukan hanya komunikasi, tapi keseluruhannya, chemistry, koneksi di lapangan, secara teknik dan strategi juga harus lebih dipertajam dan lebih spesifik lagi," ungkap Felisha, yang diamini oleh Jafar.
Pada babak 16 besar, Jafar/Felisha sudah ditunggu pasangan senior Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Meski demikian, pasangan Indonesia memiliki modal positif karena unggul 3-0 dalam rekor pertemuan atas pasangan Negeri Jiran tersebut.
Dengan kepercayaan diri yang kembali meningkat dan dukungan penuh publik Istora Senayan, Jafar/Felisha bertekad melanjutkan langkah mereka lebih jauh di Indonesia Open 2026 sekaligus menjaga asa Merah Putih di sektor ganda campuran.



