telusur.co.id - Pemerintah Inggris mendesak agar gencatan senjata Iran-AS mencakup Lebanon, tempat serangan Israel terus berlanjut.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menegaskan pentingnya penghentian segera permusuhan di Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Ia menilai gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat sebagai langkah awal yang krusial menuju stabilitas regional.
Dalam pernyataannya, Cooper menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu tersebut dan mendorong agar cakupannya diperluas, termasuk menghentikan peningkatan serangan militer Israel di wilayah Lebanon. Ia juga memuji proposal negosiasi 10 poin dari Iran sebagai dasar yang konstruktif untuk membuka dialog lebih luas.
“Ini adalah langkah penting menuju stabilitas regional. Sangat penting bahwa pembicaraan ini mengarah pada penyelesaian konflik secara permanen,” ujar Cooper. Ia turut mengapresiasi peran Pakistan dalam memediasi tercapainya kesepakatan tersebut.
Namun, di lapangan situasi masih jauh dari kondusif. Meski gencatan senjata telah diumumkan, Israel dilaporkan terus melancarkan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan. Serangan terbaru di kota Sidon menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 22 lainnya, hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata.
Pemerintah Lebanon mencatat bahwa sejak November 2024, rangkaian serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.530 orang dan melukai 4.812 lainnya. Kondisi ini mempertegas urgensi desakan internasional untuk segera menghentikan kekerasan dan membuka jalan bagi solusi damai jangka panjang di kawasan.
Sumber: Tasmin



