telusur.co.id - Seorang kakek Partono alias Ondok (71 tahun), ditemukan tewas setelah tersambar kereta api barang lokomotif CC 2018332 di jalur rel Medan-Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Korban tewas diduga karena mengalami permasalahan pendengaran.
Kapolsek Perbaungan AKP V. Simajuntak menjelaskan, peristiwa ini diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat tentang seorang warga tersambar kereta api.
“Personil langsung kelokasi kejadian, namun dalam situasi hujan korban sudah di bawak saksi ke rumah korban,” ujar Simanjuntak kepada wartawan, Senin (18/1/21).
Simanjuntak melanjutkan, personil mencari informasi seta saksi-saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Hasil interogasi terhadap para saksi bahwa mereka melihat secara langsung kejadian tersambarnya korban.
Simanjuntak menjelaskan, korban saat itu setelah selesai shalat di rumah, kemudian berangkat ke sawah dengan berjalan kaki. “Setiba dilokasi korban di duga tersambar kereta api,” ujarnya.
Pengakuan istrinya, korban memang sulit mendengar. Ketika kereta api lewat, tidak terdengar oleh korban yang berjalan dipinggri rel. Dan itu menyebabkanya tersambar.
“Setelah di tanya jenis atau nomor lokomotifnya saksi mengaku tidak mengetahuinya. Atas kejadian tersebut keluarga korban membuat permohonan agar tidak dilakukan autopsi yang juga di ketahui kepala desa,” tukasnya.[Tp]
Laporan: Budiono



