Investasi Kepemimpinan - Telusur

Investasi Kepemimpinan


Telusur.co.idOleh : Muhammad Nur Sugianto, S.Kep.

Bekerja adalah sebuah investasi, dan investasi tersebut bersifat jangka panjang, dan dalam berinvestasi atau sebelum berinvestasi  akan timbul sebuah pertanyaan Untungnya Buat Saya Apa (UBSA), setelah mendapatkan kejelasan maka dibuatlah keputusan untuk mau melakukan investasi tersebut.

Masyarakat mengetahui kondisi tersebut di atas, maka sebagian besar akan mau berubah, mau memiliki budaya kerja baru, mau melakukan sesuatu yang melebihi ekspektasi, mau maju, dan lain-lain. 

Efek ini akan menjadi lebih dahsyat, bila karir kepemimpinan atau kompetensi dari pemimpin tersebut mulai menunjukkan suatu perubahan atau kemajuan dalam wilayahnya mulai terasa, sehingga masyarakat yang lainnya akan mau mulai meniru untuk melakukan hal yang sama.

Istilah investasi dan UBSA Ini menjadi penting karena sifat kita sebagai masyarakat mau melakukan sesuatu karena sudah memperoleh kejelasan atau meniru orang lain yang telah melakukan hal sama terlebih dahulu dan menunjukkan suatu hasil.

Bagi seorang Pemimpin, dengan melakukan hal-hal di atas, juga merupakan suatu investasi jangka panjang yang akan membawakan suatu keberhasilan dalam hasil prestasi kerja serta peningkatan kompetensi dalam mengelola wilayahnya (semakin dipercaya memanage wilayah atau masyarakat dengan jumlah SDM yang besar).

Dalam jangka waktu yang singkat dan dipersingkat oleh keadaan, maka akan menjadi sebuah kendala pula apabila implementasi sebuah kepemimpinan terbatas dengan keadaan seperti itu.

Maka diperlukanlah manajemen waktu implementasi itu agar bisa memberikan kontribusi nyata agar seluruh masyarakat mengerti akan Investasi Kepemimpinan yang kita rasakan.

Hal utama yang harus dibangun adalah memahami tujuan berbangsa dan bernegara. Sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang diantaranya ikut melaksanakan ketertiban dunia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi saat ini, bangsa Indonesia tengah memasuki fase Transnasional, sehingga perbedaan ideologi dan ego memicu perpecahan.

Untuk mempersatukan heterogenitas itu, harus memahami dasar bernegara. Dengan memperbanyak forum diskusi untuk memahamkan NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD, Bahasa Indonesia, budaya gotong-royong, dan musyawarah.

*Penulis adalah Sekretaris HKP Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya.


Tinggalkan Komentar