Iran Tantang AS di PBB, Araghchi Tuntut Kecaman hingga Ganti Rugi - Telusur

Iran Tantang AS di PBB, Araghchi Tuntut Kecaman hingga Ganti Rugi

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi

telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan terhadap sanksi serta tekanan ekonomi terbaru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran.

Desakan tersebut disampaikan Araghchi melalui surat yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu.

Surat tersebut kemudian dibagikan Kementerian Luar Negeri Iran melalui kanal Telegram resminya.

Dalam surat itu, Araghchi menilai sanksi Amerika Serikat dan upaya Washington untuk mencegah negara lain bekerja sama dengan Iran merupakan tindakan yang bertentangan dengan Piagam PBB.

Araghchi mengecam kebijakan tersebut sebagai tindakan ilegal, sepihak, dan bentuk "intimidasi" terhadap Iran.

Menurutnya, tekanan ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat tidak seharusnya dibiarkan tanpa respons dari komunitas internasional.

Iran Minta PBB Kecam AS

Araghchi meminta PBB secara tegas mengutuk dan menolak tindakan Amerika Serikat terhadap Iran.

Ia juga menyerukan agar organisasi internasional tersebut memastikan penghormatan terhadap hak Iran atas kedaulatan dan kesetaraan antarnegara.

Desakan itu tidak berhenti pada kecaman diplomatik. Araghchi juga meminta adanya langkah untuk memberikan ganti rugi atas dampak yang ditimbulkan dari tindakan Amerika Serikat.

Selain itu, ia meminta PBB menyusun laporan mengenai konsekuensi kemanusiaan dan dampak terhadap hak asasi manusia yang muncul akibat serangan serta tekanan Amerika Serikat terhadap Iran.

Surat tersebut menjadi langkah diplomatik terbaru Teheran dalam membawa persoalan dengan Washington ke forum internasional.

Iran menilai tekanan ekonomi dan upaya membatasi hubungan negara lain dengan Teheran merupakan bagian dari kebijakan sepihak Amerika Serikat yang harus mendapatkan perhatian PBB dan Dewan Keamanan.

 

Sumber: Kantor berita IRNA


Tinggalkan Komentar