Iran Tegaskan Hak Nuklir Damai dan Siap Hadapi Setiap Ancaman AS - Telusur

Iran Tegaskan Hak Nuklir Damai dan Siap Hadapi Setiap Ancaman AS

Ebrahim Azizi. foto ist

telusur.co.id - Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menegaskan bahwa pembicaraan yang dimediasi dengan Amerika Serikat terbatas pada isu pengayaan uranium, sekaligus menolak laporan yang menyebut Teheran berencana mentransfer bahan nuklir ke luar negeri.

“Pembicaraan dengan AS difokuskan pada isu-isu pengayaan uranium, tetapi Iran mempertahankan hak untuk penggunaan energi nuklir secara damai dan kemampuan produksi bahan bakar nuklirnya,” kata Azizi pada hari Jumat. Ia menekankan bahwa kesalahan perhitungan oleh AS dapat memicu respons tegas dari Iran yang berdampak di seluruh kawasan.

Kesiapan militer Iran turut ditekankan oleh Wakil Komandan Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Cyrus Amanollahi, yang menyatakan bahwa pasukannya “siap sepenuhnya untuk menghadapi setiap pergerakan musuh” dan mempertahankan tanah air. Menurutnya, unit-unit darat, drone, pertahanan udara, dan rudal terus memperkuat kesiapan operasional untuk menghadapi potensi ancaman saat ini maupun mendatang.

Situasi ini muncul di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Laporan Financial Times menyebut Washington telah mengerahkan 16 kapal perang, sekitar 40.000 personel militer, dan setidaknya tujuh sayap udara di berbagai pangkalan di wilayah tersebut. Presiden Donald Trump mengatakan pada 19 Februari bahwa dalam 10–15 hari ke depan, ia akan memutuskan apakah melanjutkan diplomasi dengan Iran atau mengambil tindakan militer.

Kehadiran militer AS mencakup lima sayap udara dengan masing-masing sekitar 70 pesawat di pangkalan-pangkalan di Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Dua sayap udara tambahan ditempatkan di kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, memperkuat apa yang disebut Trump sebagai “armada besar” yang mencakup 16 kapal perang dan ekspansi jangkauan operasional di Teluk dan wilayah sekitarnya.

Data satelit menunjukkan peningkatan jumlah jet tempur di pangkalan udara Saudi dan Yordania, termasuk F-35, F-15, dan A-10, serta pesawat perang elektronik EA-18, menegaskan bahwa ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi dan situasi di Timur Tengah berada pada titik sensitif. [ham]

Almayadeen


Tinggalkan Komentar