telusur.co.id - Aplikasi layanan ride hailing Grab terkena seruan boikot dari penggunanya. Hal ini akibat dari hebohnya media sosial atas tangkapan layar Instagram Story Chloe Tong, istri salah satu pendiri Grab, yang bicara tentang Israel.
Dalam tangkapan layar yang tersebar, Chloe berbicara tentang perjalanannya ke Israel dan betapa dia menyukai perjalanan tersebut. Apa yang dibagikan Chloe dianggap netizen sebagai dukungan terhadap Israel.
Dalam unggahannya, Chloe menyebut Israel sebagai lokasi berlibur favoritnya dan keluarga. Ia juga mengaku sangat patah hati dengan apa yang terjadi di negara tersebut.
"Hatiku sangat sakit dan aku belum mengatakan apapun karena aku kehabisan kata. Aku merasa sangat mencintai Israel tahun ini. Aku menyimpannya untuk diriku sendiri, hanya melihat video dan berdoa, aku bertanya-tanya mengapa,” tulis Chloe di akun @chloetong, dikutip Senin (6/11/23).
Sontak, jagat medsos pun ramai setelah seorang pengguna Twitter membagikan tangkapan layar unggahan Chloe, menuduh Grab mendukung Israel dan menyerukan masyarakat untuk memboikot perusahaan tersebut.
Unggahan Twitter tersebut kini telah dihapus.
Sadar akan kericuhan yang sedang terjadi, Grab akhirnya buka suara dan memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.
Melalui akun X (dulu Twitter) @GrabID, Grab mengaku berpihak pada kemanusiaan dan berharap akan kedamaian di tengah masa perang. Postingan tersebut diunggah pada minggu (6/11/23).
Grab juga menegaskan bahwa mereka tidak mendukung kekerasan dalam bentuk apapun, dan menghormati perlindungan hak asasi manusia.
"Kami tidak mendukung kekerasan dalam bentuk apapun. Dan sebagai bagian dari United Nations Global Compact (UNGC), kami sejalan dengan prinsip-prinsipnya dan menghormati perlindungan hak asasi manusia,” tulis Grab.
Grab juga mengklarifikasi bahwa postingan Chloe adalah pribadi dan tidak mewakili sikap perusahaan.
Grab menambahkan bahwa mereka menghargai kebebasan berpendapat dan beragama, serta mengajak semua pihak untuk saling menghormati dan toleran.[Fhr]