Jalan menuju TPU Tertutup Tanah Lumpur Hasil Normalisasi Sungai, Pemakaman pun Terhambat - Telusur

Jalan menuju TPU Tertutup Tanah Lumpur Hasil Normalisasi Sungai, Pemakaman pun Terhambat

Pemakaman terhambat akibat akses menuju TPU di Dusun Warudoyong Selatan tertutup. (Foto: telusur.co.id/Damanhuri).

telusur.co.id - Plt Bupati Karawang terkesan cuek dan tak berdaya saat jalan lingkungan ditimbun menggunakan tanah lupur dari normalisasi sungai. Akibatnya, akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Dusun Warudoyong Selatan tertutup, sehingga pemakaman jenazahpun terhambat.

Diketahui, sudah lebih dua minggu ini tanah hasil normalisasi sungai di Dusun Warudoyong Selatan, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang menutupi jalan. Jalan yang tadinya bisa dilaluli kendaraan roda empat namun kini tidak bisa dilaluli dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua itupun hasil jerih payah warga setempat memindahkan tanah lumpur ke pinggir.

Salah satu tokoh masyarakat, Jejen, angkat bicara dan berkomentar, bahwa sebenarnya masyarakat berterima kasih kepada pemerintah, namun sangat disayangkan dampak normalisasi ini malah menutup akses jalan warga dan jalan menuju TPU

"Dengan adanya normalisasi ini, kita bukan tidak berterima kasih terhadap pemerintah. Namun untuk masalah penanganan dan pelaksanaan di lapangan menyulitkan warga masyarakat itu sendiri. Artinya akses jalan tertutup," kata Jejen, Selasa (17/11/20).

Jejen pun mengatakan, bukan hanya jalan menuju pemakaman yang ditimbun tanah lumpur, bahkan pagar pemakaman pun ikut rusak akibat tanah lumpur yang didorong hingga pagar ikut rusak.

"Kalau kita perhatikan pagar sampai dengan pagar pemakaman itu ikut terdorong oleh tanah hasil pengerukan itu sendiri," jelasnya.

Bahkan saat salah satu warga yang meninggal dunia akan dimakamkan, terpaksa harus berputar lebih jauh karena jalan tersebut ditutup tanah sehingga pemakaman pun menjadi terhambat.

"Untuk masalah kita menangani jenazah yang dimakamkan di pemakaman ini juga terkendala akibat akses jalan tertutup. Jadi mohon untuk segera diperhatikan, lebih penting lagi diutamakan oleh pemerintah yang memang bertanggung jawab dalam acara atau dalam rangka normalisasi sungai itu sendiri " pungkasnya. [Fhr]

 


Tinggalkan Komentar