! BEKASI : Menteri Negara BUMN Rini Sumarno mengatakan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan jalan tol di Tanah Air, jalan tol yang sudah jadi –termasuk Becakayu–akan dijual ke investor.
“Karena rencana pembangunan jalan tol itu banyak, sudah deh yang sudah selesai kita jual saja,” kata Menneg BUMN Rini Sumarno seusai peresmian jalan tol Becakayu oleh Presiden Jokowi di Jakasampurna Bekasi, Jumat (3/11/2017).
Menurut dia, jalan tol yang akan dijual bisa saja milik Jasa Marga, Astra Infra, atau lainnya guna mendapat uang cash untuk pembangunan jalan tol dari Banten sampai Banyuwangi.
“Kalau sudah nyambung sampai Banyuwangi, bisa diteruskan ke jalur Pantai Selatan (Pansela) Pulau Jawa,” katanya.
Menurut dia, jalan tol ini kalau sudah selesai satu Seksi atau dua Seksi, setelah dicoba bisa menghasilkan pendapatan.
“Makin cepat dibuka, selain pendapatan yang masuk, juga semakin bagus harganya,” ujarnya.
Menurut Rini, Becakayu akan dijual karena sudah ada jaminan traffic yang sekitar 22.500 kendaraan per hari pada awal pembukaannya. Setelah terkoneksi semua Seksi, bisa naik sampai dua kali lipat menjadi 45.000-50.000 kendaraan per hari,” tambahnya.
Menurut dia, masih banyak jalur jalan tol yang harus diselesaikan.
Rini mengatakan bahwa pembangunan jalan tol sampai Banyuwangi dan Pansela masih terkendala dana pembebasan lahan dan pembebasan lahan sudah pasti memerlukan dana.
“Kalau tidak cepat kita lepaskan jalan tol yang sudah jadi, akan menghambat pembangunan jalan tol lainnya,” tuturnya.
Menanggapi rencana PT PP untuk menjual saham minoritas sekitar 20%, Menurut Rini, hal itu memang ditekankannya.
“Yang kecil kecil ini kalau bisa dijadikan satu. Dalam satu ruas jalan tol ada PP, ada Wika, Waskita. Mereka di sana sebagai investor dan kontraktor, sehingga mereka perlu bersama-sama untuk dijual, sehingga pihak luar tertarik untuk membeli,” tambahnya.
Menurut dia, kalau hanya kecil kecil saja menjadi kurang menarik bagi investor. |Red-05 |



