telusur.co.id - Rencana pemberian gelar Putra Reformasi kepada Presiden Joko Widodo oleh Universitas Trisakti menuai kritik dari para alumni. Karenanya, pihak Rektor Universitas Trisakti disarankan untuk meninjau kembali rencana tersebut.
Saran itu disampaikan oleh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil kepada telusur.co.id, Senin (23/9/19).
"Kalau benar surat itu resmi dari Rektorat, kemudian diprotes oleh para Alumni, makanya harus ditinjau kembali," kata Nasir.
Sebelumnya, beredar ramai surat Universitas Trisakti yang isinya rencana pemberian penghargaan gelar 'Putera Reformasi' kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dilihat detikcom, Minggu (22/9), surat itu berkop Universitas Trisakti bernomor 339/AK.15/USAKTI/R/IX/2019. Surat itu ditujukan kepada Menteri Sekretaris Kabinet terkait rencana pemberian penghargaan kepada Presiden Jokowi.
Anggota Komisi III DPR RI beranggapan, moralitas dari sebuah kampus itu hendaknya tetap terjaga. Sebab, universitas merupakan garda terdepan dalam mencetak kader bangsa.
Oleh karena itu, setiap keputusan pun semestinya selalu mempertimbangkan banyak hal, termasuk pemberian gelar Putera Reformasi ke Jokowi. "Agar moralitas dan etika akademik tetap terjaga," imbuhnya.
Nasir mengaku memahami, merupakan hak setiap perguruan tinggi memberikan penghargaan kepada siapapun tokoh yang dianggap layak.
"Karena itu pemberian penghargaan hak setiap perguruan tinggi, tapi hendaklah diberikan kepada yang layak dan patut menerima penghargaan itu. Moralitas publik dan moralitas akademik harus menjadi pertimbangan utama," tukasnya.[Ham]



