telusur.co.id - Dr Karlina MARS resmi terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok periode 2026-2031.
Pemilik RS Grha Permata Ibu itu ditetapkan dalam Musyawarah Kota (Mukota) VI Kadin Depok yang digelar di Grand Ballroom Hotel Margo City, Jalan Margonda, Kamis (20/8/2026).
Karlina yang juga menjabat Ketua DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Depok dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan setelah melalui proses verifikasi dokumen dan administrasi.
Penetapan tersebut menjadi puncak rangkaian Mukota VI Kadin Depok yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.
Dalam forum tersebut, peserta terlebih dahulu membahas sejumlah agenda organisasi, mulai dari tata tertib persidangan, pemilihan pimpinan sidang, hingga Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus dan Dewan Pertimbangan Kadin Depok periode sebelumnya yang dipimpin Miftah Sunandar.
Pimpinan sidang bersama Steering Committee (SC) kemudian mengesahkan hasil sidang komisi dan membacakan sejumlah keputusan terkait calon ketua, anggota formatur, serta Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Depok periode 2026-2031.
Setelah proses verifikasi pencalonan selesai dan tidak terdapat keberatan dalam forum, Karlina ditetapkan sebagai Ketua Kadin Depok untuk lima tahun ke depan.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Kadin Jawa Barat Almer Faiq Rusydi. Prosesi tersebut disaksikan Wali Kota Depok Supian Suri, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna, serta Miftah Sunandar yang sebelumnya memimpin Kadin Depok selama dua periode, yakni 2016-2021 dan 2021-2026.
Dengan ditetapkannya Karlina, kepengurusan Kadin Depok sebelumnya memasuki masa demisioner. Selanjutnya, pembentukan struktur kepengurusan definitif akan dilakukan oleh tim formatur di bawah kepemimpinan ketua terpilih.
Karlina mengatakan, tugas pertama yang akan dilakukan setelah terpilih adalah menyusun kepengurusan baru dengan mengedepankan kompetensi dan potensi para anggota.
“Ini adalah amanah yang penuh tantangan besar, karena Depok salah satu kota dengan kemajuan yang cukup pesat dan sebagai kota penyangga Ibukota,” ujar dia kepada wartawan.
Untuk jangka pendek, dia menyiapkan sejumlah agenda prioritas. Salah satunya membangun komunikasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Kota Depok dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Komunikasi juga akan diperluas kepada pelaku usaha, khususnya perusahaan-perusahaan besar yang selama ini belum menjadi anggota Kadin Depok.
Karlina menyebutkan, pihaknya akan melakukan pendekatan langsung kepada para pengusaha tersebut, termasuk perusahaan dan BUMN yang menjalankan kegiatan usaha di Kota Depok.
“Kami akan silaturahmi ke Forkopimda dan pengusaha-pengusaha besar yang belum bergabung. Kami akan mengajak mereka menjadi anggota Kadin, dan bersama-sama membangun perekonomian Kota Depok,” tutur dia.
Bagi dirinya, keterlibatan lebih banyak perusahaan dalam Kadin penting untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah dunia usaha di Kota Depok.
Proses menuju Mukota VI Kadin Depok sebelumnya tidak sepenuhnya berjalan tanpa dinamika. Sejumlah persoalan internal sempat mencuat, mulai dari polemik dualisme kepemimpinan, penunjukan penjabat (Pj) ketua, status kepengurusan, hingga proses pendaftaran dan verifikasi bakal calon.
Dalam tahapan tersebut, sejumlah nama sempat muncul sebagai kandidat, di antaranya Edmon Johan dan Rudi Malau.
Namun, dinamika tersebut akhirnya dapat diselesaikan oleh Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) Mukota VI Kadin Depok. Seluruh tahapan musyawarah kemudian berjalan hingga menghasilkan Karlina sebagai ketua terpilih.
Kini, Karlina bersama kepengurusan baru memiliki pekerjaan rumah untuk menerjemahkan agenda tersebut ke dalam program organisasi.
Penguatan komunikasi dengan pemerintah, perluasan keanggotaan, serta keterlibatan perusahaan besar menjadi bagian dari langkah awal yang akan dijalankan Kadin Depok periode 2026-2031.
Lebih jauh, Karlina pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mengawal pelaksanaan Mukota VI Kadin Depok hingga selesai.
Editor: Farouq Iskandar



