telusur.co.id - Pemerintah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, membangun pola gerakan kebersihan berbasis warga yang dilakukan secara rutin di tingkat lingkungan. Program ini menjadi salah satu fokus utama sejak awal masa jabatan lurah setempat
Lurah Duren Seribu Ahmad Sabani mengatakan, sejak dilantik pada 26 Mei 2025, ia menempatkan kebersihan lingkungan sebagai program prioritas, termasuk dalam target 100 hari kerja di wilayahnya.
“Program utama saya memang kebersihan. Dari awal saya fokus di kebersihan, bahkan ada program 100 hari bagaimana mewujudkan Duren Seribu menjadi kelurahan terbersih,” ujar dia kepada Telusur, Rabu (24/6/2026).
Untuk menjalankan program tersebut, dia menyebut, pihak kelurahan mengandalkan kolaborasi dengan warga melalui berbagai komunitas yang sudah terbentuk di tingkat lingkungan.
Salah satunya adalah komunitas keamanan bersatu yang juga terlibat dalam kegiatan kebersihan serta menjaga keamanan wilayah.
Menurut Sabani, kolaborasi ini tidak hanya berlangsung pada siang hari, tetapi juga melibatkan aparat kepolisian melalui Polsek setempat pada malam hari untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk tawuran.
Namun, lanjut dia, fokus utama dari kolaborasi tersebut adalah menjaga kebersihan lingkungan, terutama di titik-titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah liar.
Sejumlah lokasi seperti Jalan Durian, Jalan Haji Kian, Jalan Makam, hingga kawasan Lapangan Pusaka menjadi area yang rutin dibersihkan secara bergilir oleh warga bersama RT dan RW setempat. Kegiatan ini disebut berjalan hampir setiap pekan dengan pola kerja bakti yang terjadwal.
Sabani juga mengungkapkan, budaya kebersihan di tingkat RT dan RW sebenarnya sudah terbentuk sebelum program kelurahan diperkuat. Warga telah memiliki jadwal kerja bakti rutin dengan sistem penamaan berbeda sesuai hari pelaksanaan.
“Di kita itu RT/RW sudah jadi kegiatan rutin. Ada Jumsih, Tusih, Mingsih, Nensih. Jadi tiap RT sudah punya jadwal masing-masing,” tutur dia.
Dia pun menjelaskan, Nensih merujuk pada kegiatan Senin Bersih, Tusih pada Sabtu Bersih, dan Mingsih pada Minggu Bersih. Pola ini, kata dia, sudah berjalan sekitar satu tahun dan menjadi bagian dari kebiasaan warga.
Selain itu, Sabani menuturkan, kelurahan juga mengandalkan komunitas peduli lingkungan yang telah terbentuk sejak sebelum dirinya menjabat. Kelompok ini, beranggotakan sekitar 350 warga yang aktif membantu berbagai kegiatan lapangan.
“Mereka ini sangat membantu kita di lapangan. Anggotanya sekitar 350 orang,” pungkas dia.
Laporan: Malik Sihite



