Kemenparekkraf : Vaksinasi Lansia dan Pekerja Pariwisata akan Gairahkan Kunjungan Wisatawan - Telusur

Kemenparekkraf : Vaksinasi Lansia dan Pekerja Pariwisata akan Gairahkan Kunjungan Wisatawan

Foto: Bambang Tri P

telusur.co.id -Pemberian vaksin bagi kalangan lanjut usia dan pekerja pariwisata diharapkan mampu menggairahkan kembali sektor industri pariwsiata setelah pertumbuahan ekonomi sejumlah wilayah terpuruk sejak setahun terakhir.

Demikian dikemukakan oleh Staf Ahli bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, Henky Manurung mewakili Menparekraf Sandiaga Uno saat acara peluncuran “Drive-thru Vaksin Covid-19 Gratis” untuk lansia dan pekerja pariwisata yang dilaksanakan bersama platform digital kesehatan Alodokter, Homecare24, dan Medithru hari ini, Rabu (10/3) yang turut dihadiri Ketua Kadin Jakarta Pusat, Viktor Aritonang. Program tersebut dilaksanakan di 10 lokasi wisata utama selain Bali termasuk Jakarta, kawasan Danau Toba (Sumut), Labuhan Bajo (NTT) dan Manado (Sulut) dengan melibatkan lebih dari seratus ribu orang.

Menurut Henky, kolaborasi dari semua pihak baik swasta maupun pemerintah menjadi kata kunci dalam menyelesaikan persoalan wabah Covid-19 dan perekonomian sehingga pada akhirnya mampu menggairahkan kembali industri pariwisata. Dia mengakui derah tujuan wisata Bali saja pernah mengalami penurunan pertumbuhan minus 12 persen sehingga dengan adanya vaksin untuk pekerja pariwisata diharapkan kondisi itu bisa diperbaiki kembali.

Sedangkan dalam sambutan tertulisnya, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa vaksin adalah salah satu solusi terbaik dalam menghadapi penurunan jumlah wisatawan dalam maupun luar negeri. Dia berharap kemitraan itu akan membantu pemerintah melakukan proses monitoring dan evaluasi sehingga pelaksanaan vaksinasi bisa berlangsung secara efektif, efisien dan tepat sasaran.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Pusat, Viktor Aritonang mengingatkan pentingnya basis data peserta vaksinasi mengingat program vaksin gratis bagi kaum lansia dan pekerja wisata itu akan melibatkan ratusan ribu orang.

“Pesan saya, dalam pelaksanaan vaksinasi nanti waspadai database. Database jangan sampai bermasalah karena niat baik membantu pemerintah bisa gagal kalau tidak hati-hati dengan basis data perserta,” katanya.

Dia memprediksi kalau vaksinasi berjalan baik maka ekonomi Jakarta bisa tumbuh di atas tiga persen dan industri pariwisata di Ibukota bisa bergairah kembali seperti biasa.

“Harapan kita bisa tumbuh tiga sampai empat persen saja sudah bagus samlai akhir 2021,” katanya. (Btp). 


Tinggalkan Komentar