telusur.co.id - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan, I Ketut Diarmita mengaku optimis tentang masa depan pengembangan Sapi Bali.
Menurut dia, pengembangan dengan pola seperti di Sentra Ternak Sobangan Kabupaten Badung dapat mendorong kesuksesan Program Satu Juta Ternak Sapi Bali dan Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) Kementan.
"Program Satu Juta Sapi Bali dan Sikomandan menunjukkan adanya sinergi program pembangunan peternakan Pusat dan daerah. Apabila setiap daerah bisa bersinergi seperti ini, saya optimis swasembada daging sapi nasional 2026 bisa kita raih," ujar Ketut dalam keterangannya, Selasa (7/1/20).
Kementan, sebelumnya, menyerahkan bantuan untuk pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Bali dengan nilai total bantuan sebesar Rp30,7 miliar. Kementan juga menyerahkan bantuan berupa mobil operasional untuk Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Sobangan, Badung.
Ketut kembali beharap agar ke depan, hasil pembibitan di Sentra Ternak Sobangan bisa disertifikasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual Sapi Bali sebagai aset nasional. " Sentra Ternak Sobangan ini diharapkan dijadikan sebagai pusat penelitian dan pendidikan tentang Sapi Bali," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Ketut Sudarsana, menyebutkan, Sentra Ternak Sobangan merupakan unit peternakan milik Pemda Kabupaten Badung.
Sentra ini berdiri pada tahun 2010 dan memiliki lahan tanah seluas 7 Ha, dengan jumlah induk sapi sebanyak 284 ekor dan 94 ekor anakan yang merupakan hasil kawin suntik (inseminasi buatan/IB) menggunakan semen beku produksi Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Baturiti milik Pemerintah Provinsi Bali.
"Hasil pembibitan dari Sentra Peternakan Sobangan ini dihibahkan kepada kelompok ternak di Kabupaten Badung, untuk dikembangkan sekaligus sebagai upaya pelestarian Sapi Bali sebagai plasma nutfah. Dari tahun 2013, kita telah hibahkan sebanyak 345 ekor untuk 51 kelompok ternak,"tukasnya.[Fhr]



