telusur.co.id – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, memastikan terus berupaya mewujudkan swasembada daging sapi 2026. Kini, upaya untuk mewujudkan swasembada tersebut tidak sebatas penyediaan daging saja, tapi juga disertai dengan peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat yang berbasis sumberdaya lokal.
Hal itu disampaikan oleh Dirjen PKH, I Ketut Diarmita saat menghadiri Kontes Ternak Kambing PE dan Sapi Potong serta Panen Pedet Kegiatan UPSUS SIWAB 2019 di Kulon Progo, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
“Sekarang merupakan momentum yang tepat untuk menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki sehingga pembangunan peternakan nasional menjadi lebih efektif dan berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan," ungkap Ketut.
Ketut juga mengapresiasi Pemda Kulon Progo yang secara rutin melakukan acara Kontes Ternak yang meliputi Kontes Ternak Kambing PE dan Sapi Potong. Tak hanya itu, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah dijadikan sebagai salah satu sentra Kambing PE yang menjadi sumber pasokan untuk daerah lainnya di Indonesia.
“Adanya Kontes Ternak merupakan upaya untuk mendorong peningkatan kualitas ternak kambing di wilayah ini, disamping sebagai bentuk penghargaan bagi para peternak dan pelestari kambing PE. Selain itu dukungan regulasi yang efektif dan efisien sangat dibutuhkan dalam mendukung minat masyarakat untuk beternak serta meningkatkan minat investasi dibidang peternakan” jelasnya.
Ketut mengungkapkan bahwa upaya yang ditempuh dalam meraih swasembada daging sapi 2026 melalui peningkatan produksi dan populasi sapi potong, adalah dengan mendorong kegiatan optimalisasi reproduksi ternak yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui perkawinan buatan (IB) dan transfer embrio (TE) dengan diikuti penyediaan pakan, pengendalian penyakit hewan serta pengendalian pemotongan sapi betina produktif. Melalui kegiatan TE ini diharapkan akan dihasilkan ternak bibit dengan kualitas yang unggul, disamping untuk menambah keanekaragaman genetik, seperti pengembangan Sapi Belgian Blue.
Kegiatan optimalisasi reproduksi, kata Ketut, masih merupakan salah satu fokus kegiatan utama bagi jajaran Ditjen PKH yang dikemas melalui Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting atau yang lebih dikenal dengan UPSUS SIWAB. Pelaksanaan kegiatan UPSUS SIWAB merupakan salah satu langkah nyata pemerintah bersama masyarakat untuk mengakselerasi pertumbuhan populasi sapi/kerbau di dalam negeri.
Menurutnya, berdasarkan data secara nasional, program UPSUS SIWAB sejak tahun 2017 hingga 9 September 2019 menunjukkan realisasi yang sangat mengembirakan, yakni (i) Inseminasi Buatan/IB dengan realisasi 10.548.530 ekor akseptor atau 105,49 % dari target 10 juta ekor akseptor; (ii) Kebuntingan sebanyak 5.498.695 ekor atau 76,37% dari target 7,2 juta kebuntingan; dan (iii) Kelahiran sebanyak 4.140.916 ekor atau 71,89% dari target 5.760.000 ekor.
Sementara itu, DIY sebagai salah satu daerah pemasok sapi, sepanjang tahun ini dimulai dari Januari sampai dengan tanggal 12 September 2019 telah mampu merealisasikan IB sebanyak 79.348 ekor atau 79,35% dari target; akseptor yang telah bunting sebanyak 59.377 ekor atau 59,03% dari target dan kelahiran pedet sudah mencapai 41.934 ekor atau 74,88 % dari target. Adapun fasilitas Bantuan Pemerintah DIY untuk Kabupaten Bantul pada tahun 2019 ini yaitu telah mendapatkan 20 ekor kambing.
"Saya optimis Swasembada Daging Sapi 2026 dapat kita raih melalui Program UPSUS SIWAB. Keberhasilan ini harus selalu kita sosialisasikan dan kita gaungkan kepada masyarakat luas dalam berbagai bentuk kegiatan, salah satunya melalui kegiatan Panen Pedet dan Kontes Ternak yang saat ini dilaksanakan," tukasnya.[Ham]



