Ketimbang Sibuk Blusukan, Risma Sebaiknya Benahi Data Penduduk Miskin - Telusur

Ketimbang Sibuk Blusukan, Risma Sebaiknya Benahi Data Penduduk Miskin

Mensos Risma blusukan ke kolong jembatan

telusur.co.id - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma disarankan membagi tugas dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menyelesaikan masalah sosial di Ibu Kota. Risma tidak perlu melakukan blusukan ke kawasan kumuh di DKI.

"Harus dibagi dengan jelas mana yang menjadi tugas Pemprov DKI dan mana yang menjadi tugas utama Mensos yang fokusnya se-Indonesia," kata Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga, Jumat (1/1/21). 

Menurut Nirwono, sebagai Mensos semestinya Risma fokus saja pada penyelesaian masalah sosial di perkotaan seluruh Indonesia.

Lebih baik, Risma bekerja untuk memverifikasi data penduduk miskin dan pengangguran secara akurat. Karena, selama pandemi Covid-19 ini, berpotensi terjadi lonjakan penduduk miskin dan pengangguran. 

Dengan pencatatan yang baik maka diharapkan bantuan tunai yang bakal diberikan pemerintah tepat sasaran. “Terobosan program bansos, tidak sekadar mentransfer uang ke masyarakat saja, tapi bagaimana program ketahanan keluarga selama pandemi terbangun,” katanya.

Nirwono menambahkan, Risma mempunyai pekerjaan rumah dalam memastikan peran ibu rumah tangga dalam mengurus keluarga,  mendampingi anak belajar daring dan membantu suami menambah penghasilan. Risma disarankan melihat data di media sosial maupun big data yang ada di instansinya.

“Risma harus bisa memastikan ketahanan keluarga selama pandemi ini. Bagaimana mendorong usaha rumahan untuk ibu atau suami yang kena PHK atau menganggur selama pandemi ini,” ujar dia.

Selain itu, Risma bisa memanfaatkan data jumlah penduduk miskin untuk program pengentasan kemiskinan sampai dengan 2024 atau hingga 2030.

Sedangkan, Pemerintah DKI, kata dia, bisa memverifikasi data jumlah penduduk miskin DKI dengan data BPS, Kemensos, dan DKI. “Sehingga tidak ada lagi perbedaan data,” paparnya.

Berbekal data itu, Pemerintah DKI bisa membuat program pengentasan kemiskinan, penataan kampung miskin, pembangunan rusunawa untuk merelokasi penduduk miskin yang tinggal di kampung kumuh atau terkena pembangunan kota.

“Bahkan revitalisasi sungai, situ, danau, embung, waduk, dan kawasan rawan bencana,” tukasnya.[Fhr]
 


Tinggalkan Komentar