telusur.co.id -Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung penggerak perekonomian di Kota Bogor. Menurutnya, mayoritas pelaku usaha di Kota Hujan berasal dari sektor UMKM yang sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.
Pernyataan tersebut disampaikan Adityawarman saat membuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dan Kompetensi Usaha Mikro di Rizen Padjadjaran Hotel, Bogor Timur, Rabu (11/2). Kegiatan ini merupakan realisasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Bogor yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DinKUKMDagin) Kota Bogor.
Lebih lanjut Adityawarman menilai kekuatan ekonomi daerah sangat bergantung pada daya tahan pelaku UMKM. Di tengah dinamika global yang berubah cepat, UMKM dinilai terbukti mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan masyarakat.
"Saya percaya, ekonomi Kota Bogor dan Indonesia akan ditopang oleh kekuatan UMKM seperti Bapak dan Ibu sekalian," ujar Adityawarman.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi agar pelaku usaha tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh bersikap statis dalam menghadapi perubahan global yang dinamis.
"Apapun situasinya, kita harus tetap beradaptasi untuk menjadi lebih baik. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat Bapak dan Ibu semakin mahir dalam mengelola usaha," jelasnya.
Politisi berusia 45 tahun itu ikut mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa dunia saat ini telah memasuki era realisme dan era survival atau bertahan hidup. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi atau semangat berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) agar perekonomian daerah tidak mudah terpengaruh oleh ketidakpastian global.
"Kita harus mampu berdikari. Dengan sektor UMKM yang kuat, ekonomi Kota Bogor akan memiliki fondasi yang kokoh," tambahnya.
Kegiatan pelatihan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Bogor dan DPRD dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha lokal. Melalui pembekalan dari narasumber yang kompeten, peserta diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas.
"Melalui bimbingan narasumber yang kompeten, para peserta diharapkan tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga naik kelas," tambahnya.
Adityawarman berharap seluruh peserta dapat menyerap materi pelatihan secara optimal dan mengimplementasikannya dalam pengelolaan usaha masing-masing agar dapat meningkatkan perekonomian kota.



