Ketua Parlemen Iran: Dukungan Publik Perkuat Posisi Teheran dalam Negosiasi - Telusur

Ketua Parlemen Iran: Dukungan Publik Perkuat Posisi Teheran dalam Negosiasi

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. foto almayadeen

telusur.co.id - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa dukungan publik di dalam negeri memainkan peran penting dalam memperkuat posisi Iran selama pembicaraan terbaru yang berlangsung di Islamabad.

Dalam keterangannya usai kunjungan dari Pakistan, Ghalibaf mengatakan bahwa respons masyarakat Iran terhadap seruan kepemimpinan telah memberikan dampak signifikan dalam memperkuat posisi tawar Iran di meja perundingan. Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya memperkuat sikap Iran dalam mempertahankan hak-haknya, tetapi juga memengaruhi cara pihak lain memandang posisi Teheran.

Ghalibaf menggambarkan pembicaraan yang berlangsung lebih dari 20 jam itu sebagai “intensif, serius, dan menantang”. Delegasi Iran, menurutnya, juga mengajukan sejumlah inisiatif yang menunjukkan itikad baik, dengan mengandalkan pendekatan terkoordinasi dan masukan dari para ahli.

Delegasi tersebut, yang disebut “Minab 168”, disebut tetap solid meskipun terdapat perbedaan pandangan internal, serta menunjukkan kinerja yang dinilai serius dan kreatif dalam membela kepentingan nasional Iran.

Menanggapi pernyataan dan ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk terkait kemungkinan blokade di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan eksternal. Ia menekankan bahwa Iran telah lama menghadapi berbagai tekanan militer, ekonomi, dan politik tanpa menyerah.

Ghalibaf juga menyoroti bahwa ketidakpercayaan antara Iran dan Amerika Serikat telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk mencapai kemajuan adalah melalui upaya membangun kembali kepercayaan.

“Jika Amerika Serikat ingin menemukan jalan keluar, satu-satunya jalan adalah mendapatkan kepercayaan rakyat Iran,” ujarnya, seraya memperingatkan bahwa Iran akan merespons tegas setiap bentuk ancaman.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang dengan Washington, selama kepentingan nasional Iran tetap dihormati. Pernyataan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran siap mencapai kesepakatan yang dapat mendukung stabilitas kawasan Asia Barat, namun tetap menekankan adanya batasan yang tidak dapat dinegosiasikan terkait kepentingan inti negara.

Ia juga melaporkan perkembangan pembicaraan dengan Amerika Serikat, seraya menilai bahwa salah satu hambatan utama dalam proses diplomatik adalah adanya standar ganda dalam pendekatan pihak AS terhadap negosiasi. [ham]


Tinggalkan Komentar