telusur.co.id - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan terhadap Iran akan berujung pada “perang regional”, di tengah langkah Presiden AS Donald Trump yang disebut tengah mengumpulkan aset militer di kawasan Timur Tengah.
Peringatan tersebut disampaikan Khamenei dalam sebuah acara di pusat kota Teheran, Minggu waktu setempat. Di hadapan ribuan pendukungnya, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika diserang.
“Mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional,” kata Khamenei, pemimpin tertinggi berusia 86 tahun yang telah memegang kekuasaan tertinggi di Iran selama lebih dari tiga dekade.
Pidato tersebut disampaikan dalam rangka peringatan kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini ke Iran dari pengasingan di Prancis pada 1979. Peristiwa itu menjadi tonggak Revolusi Iran yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi, penguasa yang saat itu didukung Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Khamenei menuduh Amerika Serikat berambisi menguasai Iran dan sumber daya alamnya yang melimpah. Ia menyebut Washington ingin “melahap” Iran, khususnya cadangan minyak dan gas alam negara tersebut.
Khamenei juga menyinggung gelombang protes anti-pemerintah yang terjadi baru-baru ini di Iran. Ia menggambarkan kerusuhan mematikan tersebut sebagai bentuk “pemberontakan” yang menyerupai upaya kudeta, dengan sasaran utama lembaga-lembaga negara.
“Apa yang terjadi baru-baru ini mirip dengan kudeta. Tentu saja, kudeta itu telah ditumpas,” ujar Khamenei. “Tujuan mereka adalah menghancurkan pusat-pusat sensitif dan efektif yang terlibat dalam menjalankan negara. Karena itu mereka menyerang polisi, pusat pemerintahan, fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), bank, dan masjid, serta membakar salinan Al-Quran.”
Istilah “pemberontakan” sebelumnya juga kerap digunakan Khamenei untuk menggambarkan Gerakan Hijau pada 2009 dan gelombang protes lain yang menantang pemerintah Iran.
Menanggapi pernyataan Khamenei, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya masih berharap Iran bersedia menyepakati sebuah perjanjian. Saat ditanya soal peringatan pemimpin tertinggi Iran tersebut, Trump merespons dengan nada singkat.
“Tentu saja dia akan mengatakan itu,” kata Trump kepada wartawan. “Semoga kita akan membuat kesepakatan. Jika kita tidak membuat kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak.”
Pernyataan dari kedua pihak tersebut semakin menegaskan meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang terus bergejolak. [ham]
Aljazeera



