telusur.co.id - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Andi Arief ikut prihatin dengan keributan yang terjadi antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Menurut Andi Arief, dalam situasi pandemi virus corona lebih baik tidak ada ribut-ribut antara para pemimpin daerah. Andi menyarankan Khofifah dan Risma duduk bareng.
"Partai Demokrat ini beraliran rekonsiliatif. Jadi saran kami duduk bareng aja antara keduanya," saran Andi Arief melalui akun media sosialnya, Minggu.
Pemimpin yang bijak, kata Andi Arief, bagaimana menyelamatkan rakyat yang sedang dalam kondisi terpuruk. Dan ia yakin Khofifah maupun Risma sama-sama ingin menyelamatkan Rakyat.
"Keduanya pasti ingin rakyat selamat. Dua-duanya putri terbaik di Jawa Timur. Di tengah pandemi jangan ada keributan," pintanya.
Diketahui, Khofifah dan Risma dikabarkan berselisih. Keributan dipicu dengan kebijakan Pemprov yang mengalihkan mobil PCR ke Tulungagung dan wilayah lainnya.
Tapi, Risma tidak terima. Ia ngedumel. Marah-marah. Bahkan, menghubungi elite di Jakarta. [ham]



