telusur.co.id - Menyusul insiden kebakaran kilang minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur, anggota Komisi VII DPR, Mulyanto, minta jajaran Direksi Pertamina mengundurkan diri.
Alasannya, jajaran direksi Pertamina saat ini gagal menjaga keamanan operasional kilang sehingga insiden kebakaran atau ledakan masih terjadi lagi.
"Beberapa waktu lalu kami pernah mengingatkan Pertamina agar mengaudit secara menyeluruh kilang-kilang yang sudah tua ini. Agar didapat gambaran yang lebih komprehensif langkah mitigasi resiko kebakaran kilang ini," kata Mulyanto kepada wartawan, Senin (16/5/22).
Karena terjadi peristiwa serupa, lanjut Mulyanto, berarti jajaran Direksi tidak bisa mengendalikan operasional kilang agar berjalan dengan aman dan sesuai standar.
Wakil Ketua FPKS DPR ini menambahkan, kasus kebakaran kilang pertamina ini sudah terlalu sering. Peristiwanya terus berulang dalam kurun waktu 3-4 bulan.
Karena itu, manajemen Pertamina harus membuat program perawatan dan perbaikan kilang secara berkala. Sebab, kilang-kilang ini adalah aset vital strategis nasional yang harus dijaga dengan baik. Masih untung kejadian ini tidak mengganggu pasokan BBM nasional.
"Saya rasa Pertamina sudah harus menyusun rencana kerja itu secara lebih akurat berbasis audit komprehensif di atas. Direksi Pertamina jangan cuek-cuek saja atas permintaan Komisi VII DPR RI tersebut," ujarnya.
Dia meminta agar jajaran direksi mendengar usulan ini. Semua dimaksudkan untuk kebaikan Pertamina. Jika memang tidak mampu sebaiknya direksi yang mengurus soal ini mundur saja atau diberhentikan.
"Masak kebakaran kilang jadi rutinitas seperti ini, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Ketahanan energi nasional kita bisa terancam lemah," tandas Mulyanto.[Fhr]



